Presiden Joko Widodo bertolak dari Bandara Internasional Da Nang, Vietnam menuju Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila, Filipina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (Asosiasi Association of Southeast Asian Nations/ASEAN).

Menurut Antaranews, rombongan berangkat menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Minggu (12/11/2017). Ikut serta dalam rombongan adalah Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam KTT ASEAN di Manila yang mengangkat tema  "Partnering for Change, Engaging the World" , Indonesia akan mengusung upaya peningkatan kerja sama baik di antara anggota ASEAN maupun antara ASEAN dengan negara-negara mitranya.

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir sebelumnya mengatakan bahwa semangat inklusivitas yang dibahas Indonesia pada KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2017 di Da Nang akan juga disampaikan pada forum ASEAN.

"Masalah inklusivitas tidak hanya dibicarakan di tingkat global tapi juga regional bahkan nasional. Prinsipnya, (inklusivitas) ini perlu dan didukung oleh semua pimpinan," kata AM Fachir pada Sabtu (11/11/2017).

Sebelum bertemu di KTT ASEAN, para pemimpin negara anggota ASEAN juga sudah bertemu dalam forum ASEAN-APEC yang diselenggarakan pada 10 November 2017.

Dalam pertemuan itu dibicarakan mengenai perlunya sinergitas antara ASEAN dan APEC misalnya dalam e-commerce, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan sinergi antara Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan kawasan perdangangan bebas di Asia Pasifik.

Dalam KTT APEC, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya pembangunan pusat ekonomi yang berbasis kelautan bagi negara anggota APEC. Hal itu disampaikan saat retreat sesi II pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam dalam upaya mempersempit kesenjangan ekonomi.

“Laut kita harus menjadi pusat pembangunan ekonomi melalui investasi infrastruktur laut, kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi dan pengamanan jaringan transportasi laut, dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan,” kata Presiden seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Minggu (12/11/2017) dan dilaporkan Kompas.

Presiden menilai, potensi laut menjadi pusat ekonomi negara-negara APEC sangat besar. Hal itu karena letak geografis negara-negara APEC berada di Samudera Pasifik, samudera terluas di dunia.

Di dalam forum itu, Indonesia mendorong pengarusutamaan isu-isu kelautan di APEC, mulai dari memerangi IUU (illegal, unreported, and unregulated) fishing, mengatasi sampah plastik di laut, hingga membangun sektor kelautan dan perikanan.

Presiden juga kembali memamerkan konsep tol laut yang ada di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, pembangunan infrastruktur laut dipercepat, termasuk membangun 24 pelabuhan strategis untuk menghubungkan kepulauan Indonesia.

Hal itu bertujuan agar terbentuk konektivitas pelabuhan besar dan kecil untuk mempersingkat waktu singgah dan pengiriman. “Juga akan meningkatkan kapasitas pelabuhan, menghubungkan daerah tertinggal terdepan dan terluar, serta menurunkan disparitas harga,” ungkap Presiden Jokowi.

Usai KTT APEC, pemimpin dan kepala negara dari 20 negara akan menghadiri KTT ke-31 ASEAN dan rangkaian pertemuan lainnya yang dilaksanakan di Manila, Filipina pada 10-14 November 2017.

Mereka antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri China Like Keqiang. Selain itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pun akan hadir untuk pertemuan ASEAN-UN Summit.

KTT ASEAN ke-31 ini merupakan pertemuan tingkat tinggi kedua yang dituanrumahi oleh Filipina untuk tahun ini. Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte akan memimpin pleno KTT, di mana para pemimpin ASEAN akan membahas pelaksanaan Visi Komunitas ASEAN 2025 dan penunjukan Sekretaris Jenderal ASEAN yang baru.

Para pemimpin negara anggota ASEAN juga akan saling bertukar pandangan dalam membahas isu-isu terkini di kawasan dan isu internasional.

Selanjutnya, Presiden Duterte juga akan memimpin beberapa KTT peringatan hubungan ASEAN dengan beberapa negara mitra ASEAN, seperti KTT Peringatan 40 tahun ASEAN-Amerika Serikat, Kanada dan Uni Eropa; KTT Peringatan 20 Tahun ASEAN Plus Three, yakni KTT ASEAN-China, KTT ASEAN-Korea Selatan, dan KTT ASEAN-Jepang; KTT ASEAN-India ke-15, KTT ASEAN-PBB ke-9.

Para pemimpin negara ASEAN juga akan bertemu dengan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN Business Advisory Council). Selanjutnya, mereka bersama dengan pemimpin beberapa negara, seperti Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru akan melaksanakan Pertemuan Tingkat Tinggi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), di mana Sekjen ASEAN pun akan turut hadir.

Para pemimpin negara ASEAN akan menandatangani Konsensus tentang Perlindungan Hak-Hak Pekerja Migran, yakni suatu dokumen kesepakatan bersama untuk memperkuat perlindungan sosial, akses hukum, perlakuan adil dan manusiawi, dan akses layanan kesehatan bagi para pekerja migran di kawasan Asia Tenggara. (Antaranews/RA)

Nov 12, 2017 13:36 Asia/Jakarta
Komentar