PT Pertamina Lubricants gencar menjajaki kerja sama strategis untuk memperluas ekspor minyak pelumas produksi anak perusahaan PT Pertamina itu.

"Saat ini kami sudah ekspansi ke 14 negara dan memiliki 16 distributor pelumas di luar negeri. Untuk penetrasi secara global, kami gencar menjajaki kerja sama strategis dengan menerapkan multidistributorship," kata Vice President Sales & Marketing - Overseas PT Pertamina Lubricants, Arifun Dhalia, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (14/11/2017), seperti dikutip Antaranews.

Dia berharap bisa terus membawa nama Pertamina dan Indonesia ke ranah global serta meyakinkan konsumen dunia bahwa mutu produk asli Indonesia tidak perlu diragukan, khususnya untuk sektor minyak pelumas.

Dengan kapabilitas pabrik dan sumber daya manusia serta mutu dari penelitian dan pengembangan produk yang sudah berstandar dunia, dia yakin minyak pelumas produksi Pertamina Lubricants bisa bersaing di pasar internasional.

"Sebagai pemimpin pasar pelumas segmen industri di Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk terus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi negara melalui kegiatan ekspor," tutur Arifun.

PT Pertamina Lubricants merupakan anak perusahaan PT Pertamina yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri di pasar domestik dan internasional.

Vietnam merupakan salah satu negara yang menjadi pasar minyak pelumas Pertamina Lubricants. Seluruh varian produk pelumas untuk segmen otomotif dan industri baru saja dipamerkan pada pameran bertajuk "Remarkable Indonesian Products Display," di Da Nang, Vietnam pada Kamis hingga Minggu (9-12/11/2017).

"Kami bangga bisa mewakili Indonesia untuk segmen pelumas baik untuk otomotif maupun industri. Kami berkomitmen untuk terus memperlebar sayap di kancah internasional," kata Vice President Sales and Marketing-Overseas PT Pertamina Lubricants, Arifun Dhalia, melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Pada pameran itu, PT Pertamina Lubricants memperkenalkan seluruh varian produk pelumas untuk segmen otomotif dan industri.

Minyak pelumas produksi PT Pertamina Lubricants yang berkualitas dan berstandar internasional karya bangsa Indonesia selama ini sudah hadir di Vietnam melalui kerja sama dengan distributor lokal.

Pameran bertajuk Remarkable Indonesian Products Display diadakan Kedutaan Besar Indonesia di Hanoi dalam rangka KTT APEC. Pameran tersebut diikuti 16 perusahaan Indonesia yang telah memiliki usaha di Vietnam dan delapan perusahaan yang telah mengekspor produknya ke Vietnam.

Menurut Arifun, melalui ekspansi dan kerja sama dengan distributor, kesempatan akan semakin luas dan penetrasi akan semakin gencar. Salah satu upaya penetrasi yang telah dilakukan yaitu memasuki pasar Vietnam untuk sektor semen, plywood, dan transportasi.

"Ke depannya kami berharap bisa terus membawa Pertamina ke ranah global dan meyakinkan konsumen di dunia bahwa mutu dan kualitas produk asli Indonesia tidak perlu di ragukan lagi, khususnya untuk sektor lubricants. Kami yakin dengan kapabilitas pabrik kami, SDM kami serta mutu dari riset dan pengembangan produk kami yang sudah berstandar dunia, kami bisa bersaing dipasar internasional dengan baik," tutup Arifun.

Saat mengikuti pameran di Hanoi, booth Pertamina Lubricants mendapatkan kunjungan dari Menteri Perindustria Airlangga Hartanto dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Selain memamerkan produk minyak pelumas, ada berbagai produk Indonesia mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, garmen hingga properti  dan obat-obatan dari Kalbe yang dipamerkan dalam event tersebut.

Menurut Ibrita, 26 perusahaan Indonesia yang memamerkan produknya di sini, di antaranya produk makanan ringan produksi Orang Tua Group dan Mayora, produk minuman produksi Sinar Sosro.

Dengan diadakan pameran ini, diharapkan transaksi perdagangan antara Indonesia dan Vietnam bisa semakin meningkat seiring dengan pengenalan akan produk-produk Indonesia kepada masyarakat Vietnam di Da Nang. Hal ini sesuai dengan kesepakatan antara kedua negara yang ingin meningkatkan nilai perdagangannya hingga US$ 10 miliar di 2018. (RA)

Nov 14, 2017 13:33 Asia/Jakarta
Komentar