• i Gudang Bulog di Kediri Jawa Timur
    i Gudang Bulog di Kediri Jawa Timur

Harga beras medium yang beberapa pekan ini terus naik akhirnya disikapi pemerintah dengan akan mengimpor 500.000 ton untuk memperkuat stok dalam rangka menekan harga beras di tingkat konsumen.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, harga rata-rata beras medium di tingkat penggilingan pada Desember 2017 naik sebesar 2,66 persen menjadi Rp9.526 per kilogram jika dibandingkan dengan November. Kenaikan harga beras, khususnya kualitas medium pada Desember 2017, tersebut akibat ada kenaikan permintaan dari masyarakat.

Masih menurut BPS, kenaikan rata-rata harga beras bukan hanya terjadi pada beras kualitas medium saja, namun, untuk beras kualitas premium tercatat juga mengalami kenaikan menjadi Rp9.860 per kilogram atau naik 3,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Harga beras yang naik dinilai menjadi salah satu kontributor kemiskinan mereka, serta penerapan harga eceran tertinggi (HET) merupakan cara instan dan bukannya solusi stabilitas harga beras jangka panjang.

Saat ini pun banyak tempat penggilingan padi tutup karena harga gabah sudah lebih tinggi daripada HET.

Untuk itu, CIPS mendorong pemerintah untuk membuka keran impor untuk menstabilkan pasokan dan harga beras. Pemerintah bisa memanfaatkan kerja sama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan mengimpor beras dari Thailand atau Vietnam yang harga berasnya lebih murah dari Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Vietnam dan Thailand

Dalam jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Kamis (11/1/2018), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai rapat bersama distributor dan asosiasi pedagangan ritel mengatakan, pemerintah akan impor beras dari berbagai negara, yaitu Vietnam dan Thailand.

Impor akan dapat dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan mitra agar pemerintah bisa melakukan pengendalian.

Pemerintah memastikan akhir Januari pasokan beras impor akan mulai masuk sehingga dapat mengisi kekosongan hingga musim panen pada bulan Februari dan Maret mendatang.

Dari hasil pantauan Kementerian Perdagangan, sekarang ini harga beras medium sudah mulai terkendali karena tidak ada lagi lonjakan harga. Kendati demikian, harga beras di pasaran belum stabil sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi.

Jangan Tahan Stok Adapun kategori beras khusus yang akan diimpor pemerintah adalah jenis beras khusus yang tidak ditanam di dalam negeri dan memastikan beras yang masuk kategori IR-64 bukanlah beras khusus yang akan diimpor.

Pemerintah mengklaim akan membeli beras kategori khusus itu dengan harga berapa pun namun akan tetap dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) beras medium, yakni Rp9.450,00 per kilogram.

Jenis berasnya sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2018, itu kategori beras khusus yang kami bisa masukkan langsung.

Pedagang dan Distributor Diminta Tidak "Timbun" Stok Beras

Menteri Perdagangan ( Mendag) Enggartiasto Lukita meminta, seluruh pelaku usaha perberasan di Indonesia agar menyalurkan stok beras kepada pasar.

Hal ini dilakukan agar harga beras yang ada di pasaran segera pulih seperti yang diatur dalam Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

"Kami mintakan kepada para supplier, distributor, pedagang beras untuk tidak menahan stok berasnya," ujar Mendag saat konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam (11/1/2018).

Menurutnya, pemerintah telah memiliki aturan berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok.

Dengan demikian, para distributor dan pedagang wajib melaporkan badan usahanya, kepemilikan gudang hingga stok barang yang dimiliki kepada pemerintah.

"Bila mereka tidak melaporkan dan ditemukan di satu tempat gudang tersedia beras yang tidak dilaporkan, maka kami menganggap itu ilegal," kata Mendag.

Dia menegaskan, saat urusan pangan terus menjadi prioritas pemerintah, sebab jika kenaikan harga pangan tidak dikendalikan, maka memiliki dampak yang luas, mulai dari inflasi hingga daya beli masyarakat.

"Kekurangan pangan, masalah perut masalah pangan itu menjadi prioritas, dengan kenaikan harga yang berlebihan (konsumen) biasa membeli 5 kilogram dia jadi berkurang menjadi 3 kilogram dan sebagainya," jelas Mendag.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Operasi Pasar Beras Sudah 2.500 Titik

Menteri Perdagangan ( Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, saat ini operasi pasar beras yang dilakukan oleh pemerintah telah mencapai 2.500 titik di seluruh Indonesia.

Menurut Mendag, operasi pasar dilakukan lebih masif di wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan harga beras tinggi.

"Penyaluran beras medium (operasi pasar) di pasar pasar tradisional sudah lebih dari 2.500 titik dan setiap pasar yang di kabupaten kota yang kenaikannya meningkat tajam maka itu kita supply (pasok)," ujar Mendag saat konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam (11/1/2018).

Selain itu, saat ini pemerintah juga mengimbau agar para pedagang beras menjual beras operasi pasar yanh digelontorkan oleh pemerintah.

Mendag menilai, jika ada pedagang atau pengusaha yang tidak berkenan menjual beras operasi pasar, maka diduga tengah memanfaatkan momentum kenaikan harga beras yang saat ini terjadi.

"Kami wajibkan seluruh pedagang pasar itu wajib menjual beras Bulog, kalau ada pedagang pasar atau pedagang beras di pasar yang tidak mau menjual, maka patut diduga menikmati keuntungan yang berlebihan dengan memainkan harga itu," kata Mendag.

Sementara itu, dari sisi pasokan beras operasi pasar, hingga saat ini per harinya telah mencapai 10.000 ton sampai 15.000 ton.

"Perputarannya perhari di atas 10.000 ton sampai dengan 15.000 ton dan kami akan siap dorong itu semuanya," kata Mendag. (Kompas)

Jan 12, 2018 14:59 Asia/Jakarta
Komentar