• Joko Widodo dan Ashraf Ghani
    Joko Widodo dan Ashraf Ghani

Presiden Republik Indonesia belum lama ini mengunjungi Asia selatan, yang dimulai dari Sri Lanka, India, Pakistan, Bangladesh hingga Afghanistan untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara di kawasan tersebut terutama di bidang ekonomi. Selain itu, kunjungan ini juga dilakukan untuk mendorong upaya terwujudnya perdamaian, terutama di Afghanistan.

Indonesia dengan populasi penduduk lebih dari 260 juta orang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan selama beberapa tahun terakhir menghadapi masalah esktremisme, dan masuknya milisi teroris ke kawasan Asia tenggara.

Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan cukup tegas untuk menangani masalah ekstremisme, termasuk dengan membubarkan HTI.

Isu teroris juga menjadi masalah yang diangkat dalam lawatan Jokowi ke kawasan Asia selatan. Dalam pertemuan dengan  terpisah dengan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain di Islamabad,  dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Jokowi menyampaikan prakarsa pembentukan komisi ulama bersama ketiga negara.

ancaman terorisme

Pemerintahan Jokowi memandang masalah ekstremisme dan terorisme memiliki kaitan erat dengan pemahaman keliru tentang Islam. Oleh karena itu membutuhkan peran ulama dalam penyelesaiannya. Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dipandang bisa membantu mengatasi masalah ekstremisme dan terorisme di Afghanistan.

Sebelum kunjungan Jokowi ke Asia selatan, Ketua Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan Mohammed Karim Khalili meminta bantuan Indonesia untuk meredam konflik dan mewujudkan perdamaian di negaranya.

"Kami meminta bantuan Indonesia untuk membantu mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan," kata Mohammed Karim Khalili kepada wartawan di Restoran Grand Garden Kompleks Kebun Raya Bogor, November 2017.

Presiden Republik  Indonesia Joko Widodo

Ia menyadari peran penting Indonesia sehingga tak ragu meminta bantuan Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di negaranya. Khalili berharap ke depan dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan Indonesia dan proses perwujudan perdamaian di Afghanistan bisa semakin dekat.

Tawaran Jokowi untuk membentuk komisi bersama ulama tiga negara tidak bisa dilepaskan dari aksi kelompok militan selama ini yang menjadikan Pakistan dan Afghanistan sebagai tempat untuk menyemai pemikiran radikalisme di sekolah-sekolah agama negaranya yang menyebar ke berbagai negara dunia, termasuk Asia tenggara. 

Prakarsa Jokowi melibatkan ulama dalam upaya mewujudkan perdamaian di Afghanistan sebagai bagian dari peran aktif Indonesia untuk mengatasi masalah terorisme dengan pendekatan budaya di samping upaya politik yang terus dilakukan Jakarta.(PH)  

Feb 08, 2018 19:22 Asia/Jakarta
Komentar