• Presiden Indonesia, Joko Widodo
    Presiden Indonesia, Joko Widodo

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2018 yang dihelat di Danau Cimpago, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Jumat.

Situs Antara melaporkan, Presiden Joko Widodo menyoroti peran pers dalam menyebarkan fakta dan informasi yang benar pada era kemajuan teknologi digital yang menghadirkan informasi dan misinformasi melimpah ke masyarakat.

"Saya percaya bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya misinformasi, justru pers makin diperlukan," kata Presiden dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat.

Menurutnya, media massa diperlukan untuk menyebarkan kebenaran dan fakta di tengah persaingan saluran informasi, dan penyebaran cepat informasi melalui media sosial. Presiden menambahkan media massa juga diperlukan untuk membangun kehidupan peradaban dan kebudayaan baru dalam masyarakat.

Acara peringatan Hari Pers Nasional antara lain dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Pemimpin media massa seperti Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat, Pemimpin Redaksi RCTI Atika Suri, dan Pemimpin Redaksi Metro TV Donbosco Selamun, serta Ketua PWI Pusat Margiono, yang sekaligus penanggung jawab HPN 2018, juga hadir.

Selain itu, hadir pula duta besar dari Kazakhstan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Iran, Kuba, Ceko, Laos, Yunani, Italia, Mesir, Arab Saudi, Kolombia, Myanmar, Austria, Jepang dan Amerika Serikat.

Sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan sertifikat tanah kepada ahli waris dari pionir pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro untuk pembangunan Museum Adinegoro, yang akan menyimpan pelajaran dan nilai-nilai jurnalistik Adinegoro. Dalam penyerahan itu, Jokowi berpesan kepada wartawan agar menyelami latar belakang informasi lebih mendalam serta menyajikan berita yang membangun dan memotivasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengklaim dengan memiliki sekitar 47.000 terbagi media cetak, radio, televisi dan media online, Indonesia memiliki media masa paling banyak di dunia.

"Dari jumlah itu 2.000 adalah media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media daring," kata dia saat puncak HPN 2018 di Padang, Jumat.

Hari Pers Nasional

Namun dari jumlah media itu masih banyak yang asal saja, tidak memenuhi syarat sebagai media tetapi tetap eksis karena dibantu APBD. Selain itu wartawannya juga tidak semua memiliki kompetensi karena tidak memiliki pengetahuan jurnalistik, tidak pula pernah mengikuti pelatihan jurnalistik.

Ia merinci hingga saat ini baru terdaftar sekitar 14 ribu orang wartawan yang memiliki kompetensi.

Yosep lalu mengimbau kebebasan pers yang dinikmati saat ini tidak dijadikan kesempatan untuk membuat berita bohong atau hoaks, di antaranya dengan meningkatkan kemampuan wartawan dan verifikasi media massa.

Dewan pers berkomitmen untuk melaksanakan hal tersebut secara bertahap.

Yosep juga mengingatkan dalam tahun politik, media massa tetap menjaga objektivitas dan netralitas, tidak terjebak kepentingan politik. Menurutnya Pemilihan Kepala Daerah 2018 dan Pemilu 2019 adalah batu ujian untuk netralitas media massa.

Hari puncak HPN 2018 digelar di Muaro Lasak, Pantai Padang, dihadiri sejumlah gubernur, menteri, duta besar dan ribuan wartawan.(PH/Antara)

Tags

Feb 09, 2018 14:10 Asia/Jakarta
Komentar