• Kekeringan
    Kekeringan

Sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, mulai mengalami kekeringan sebagai dampak dari musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menginformasikan bahwa ada sekitar delapan kecamatan di wilayah itu yang mengalami kekeringan.

Kedelapan kecamatan tersebut antara lain Tambak, Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, serta Kecamatan Kebasen. Bahkan, menurut pantauan BPBD Banyumas, sejumlah area pertanian di Desa Karanggedang dan Desa Kemiri, Kecamatan Sumpiuh, juga mulai terdampak kekeringan.

 

Sebagaimana dilaporkan Antara, Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Prasetyo Budi Widodo mengatakan hingga Sabtu 25 Agustus 2018, pihaknya telah menyalurkan sekitar 343 tangki air bersih ke lokasi terdampak kekeringan guna membantu masyarakat yang membutuhkannya.

 

Tangki-tangki tersebut, kata dia, memiliki kapasitas sekitar 4.000 dan 5.000 liter. Pendistribusian air bersih, tambah dia, akan terus dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan mengingat pihaknya sudah membuat jadwal petugas yang akan melakukan pendistribusian air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

 

Meski demikian, kata dia, jadwal pendistribusian bisa saja berubah apabila ada penambahan jumlah desa yang terdampak. Untuk itu, BPBD Banyumas berpesan kepada para pihak terkait untuk segera melaporkan apabila ada informasi terbaru mengenai desa-desa yang terdampak musim kemarau.

 

Selain itu, BPBD Banyumas juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat di wilayah itu untuk mengelola sumber daya air yang ada dengan baik dan bijak. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya ke desa-desa yang berpotensi terdampak musim kemarau, agar menghemat air.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman juga menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, juga mulai terdampak kekeringan.

 

Total penyaluran air bersih hingga Sabtu, 25 Agustus 2018 di sejumlah wilayah di Banjarnegara telah mencapai 94 tangki atau sekitar 470.000 liter. Wilayah yang menjadi sasaran penyaluran air bersih, antara lain Kecamatan Susukan, Kecamatan Wanadadi, dan lainnya.

 

Sementara itu, terkait kekeringan di Banjarnegara, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie juga mengatakan sejumlah wilayah berpotensi kekeringan menyusul curah hujan yang makin menurun. Pada Juli dasarian III yang lalu, sebagian wilayah di Banjarnegara bahkan tidak mengalami hujan selama 31 - 60 hari.

 

Pada bulan Juli dasarian II, kata dia, sebagian wilayah tidak mengalami hujan selama 11 - 31 hari dan hanya sebagian kecil wilayah yang tidak mengalami hujan selama satu hingga lima hari.

 

Dia juga menambahkan, berdasarkan indeks kekeringan bulan Mei hingga Juli 2018, sebagian kecil wilayah Kecamatan Banjarnegara dan Sigaluh memiliki tingkat kekeringan yang kering. Sementara, Kecamatan Karang Kobar, Banjarmangu, Wanadadi, dan Madukara, sebagian besar Kecamatan Banjarnegara, Wanayasa, Mandiraja, Bawang, dan lain sebagainya memiliki tingkat kekeringan agak kering.

 

Sementara, Kecamatan Rakit, Purworejo Klampok dan lain sebagainya memiliki tingkat kekeringan yang normal. Kendati demikian, kata dia, BMKG Banjarnegara akan terus melakukan pemuktahiran data terkait potensi kekeringan di Banjarnegara dan di kabupaten lain yang ada di sekitarnya.(MZ)

Tags

Aug 27, 2018 10:56 Asia/Jakarta
Komentar