• Presiden RI Joko Widodo dan  Presiden Republik Namibia Hage Gottfried Geingob.
    Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Republik Namibia Hage Gottfried Geingob.

Republik Indonesia dan Namibia sepakat untuk bersama memerangi praktik illegal fishing yang marak terjadi di kawasan laut dua negara. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan keterangan pers bersama Presiden Republik Namibia Hage Gottfried Geingob di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis, 30 Agustus 2018 mengatakan kedua negara sepakat mengembangkan kerja sama terkait kemaritiman dan perikanan.

"Di bidang kemaritiman dan perikanan khususnya dalam upaya bersama memerangi illegal fishing dan sebagaimana kita saksikan kerja sama telah disepakati dengan penandatangan MoU tentang kelautan dan perikanan," katanya.

 

Pada kesempatan yang sama pula ditandatangani kesepakatan kerja sama kedua negara yang disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Presiden Hage. Menlu Retno LP Marsudi mewakili pihak Indonesia menandatangani nota kesepahaman tersebut.

 

Pada keterangan pers bersama itu pula Presiden Hage mengatakan negaranya tidak memproduksi pangan mereka sendiri sehingga sektor pertanian menjadi sangat penting.

 

"Presiden (Jokowi) sudah memberitahu saya tentang Anda yang memproduksi sekitar 98 persen makanan sendiri," katanya.

 

Ia menambahkan bahwa negaranya mendatangkan pangan dari negara tetangga seperti Afrika Selatan.

 

"Maka datang dan bergabunglah dengan kami untuk memproduksi pangan kami sendiri," katanya.

 

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Hage atas dukungan Namibia bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

 

Dukungan untuk Wujudkan Perdagangan Bebas RI-SACU

 

Presiden Jokowi juga meminta dukungan Namibia untuk mewujudkan pembentukan Preferential Trade Agreement antara Indonesia dengan negara Southern African Costum Union (SACU). Jokowi mengatakan telah membahas kerja sama perdagangan dalam pertemuan bilateral dengan presiden dan delegasi dari Namibia.

 

"Saya juga mendorong peningkatan perdagangan di Indonesia dan Namibia melalui penguatan target dan roadmap yang jelas," katanya.

 

Salah satunya, kata dia, melalui pengusulan penurunan tarif bagi produk-produk kedua negara.

 

"Dan untuk itu Indonesia mengharapkan dukungan Namibia bagi dimulainya proses negosiasi pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dengan negara Southern African Costum Union (SACU)," katanya.

 

Dengan adanya PTA diharapkan ada penurunan tarif produk-produk antara Indonesia dengan negara-negara SACU. Presiden juga mendorong kerja sama bidang lain khususnya industri strategis antara kedua negara.

 

"Saya juga mendorong kerja sama di bidang industri strategis dan saya senang delegasi Namibia akan berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia di Bandung besok," katanya.

 

Partisipasi Pembangunan Ribuan Perumahan Rakyat di Namibia

 

Presiden Jokowi lebih lanjut berharap dan mendorong BUMN Indonesia untuk berpartisipasi menggarap proyek pembangunan ribuan perumahan rakyat di Namibia. Dia mengatakan bahwa pihaknya mendorong BUMN khususnya PT Wika agar bisa turut serta membangun infrastruktur Namibia.

 

"Tadi kami berdua membahas berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama bilateral yang pertama di bidang infrastruktur, saya mendorong partisipasi BUMN di Indonesia, PT Wika, dalam pembangunan infrastruktur di Namibia, khususnya pembangunan perumahan rakyat di Namibia bersama dengan perusahaan Namibia," kata Presiden.

Presiden Jokowi telah berbicara dengan Presiden Hage terkait peluang untuk menggarap proyek 2.000 unit social housing dan bahkan untuk proyek yang lebih besar lagi.

 

"Saya tadi telah meminta dukungan Presiden Hage agar kesepakatan bisnis itu dapat segera ditandatangani pada Indonesia Africa Infrastructure Dialogue yang akan diadakan di bulan Agustus 2019 di Bali," katanya.

 

Jokowi dan Hage juga membahas kesepakatan dalam bidang lain termasuk perdagangan, hingga kemaritiman dan perikanan. Presiden Hage dan beserta delegasi untuk pertama kalinya berkunjung ke Indonesia yang dijadwalkan hingga 1 September 2018.

 

Presiden Jokowi sendiri menyatakan suatu kehormatan bagi dirinya untuk dapat menerima kunjungan kehormatan Presiden Hage dari Republik Namibia.

 

"Hubungan diplomatik Indonesia dan Namibia telah terjalin sejak 13 Mei 1991 dan ini merupakan kunjungan pertama Presiden Hage ke Indonesia sebagai presiden," katanya.

 

Ia menyambut Presiden Hage dan rombongan delegasi dengan upacara penyambutan kenegaraan. Presiden Hage juga sempat melakukan penanaman pohon ulin di halaman Istana Kepresidenan Bogor.

 

Presiden Jokowi pada kesempatan itu didampingi Menlu Retno LP Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Mentan Amran Sulaiman. (Antara)

 

 

Tags

Aug 30, 2018 15:26 Asia/Jakarta
Komentar