Sejumlah tema yang dibahas dalam edisi Dinamika Asia Tenggara 10 September 2018; Indonesia Ajukan Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Dua Wartawan Peliput Rohingya Divonis Tujuh Tahun Penjara, Lagi, Walikota di Filipina Tewas Ditembak dan Di Hari Kemerdekaan, Pemimpin Oposisi Vietnam Ditangkap.

Presiden Joko Widodo menyatakan akan mengajukan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 setelah negara ini dipandang sukses menggelar pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018. Pernyataan tersebut muncul setelah Jokowi bertemu Ketua International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach dan Ketua The Olympic Council of Asia (OCA) Syekh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (1/9/2018).

wawancara

Jokowi menyampaikan bahwa Presiden IOC dan OCA sangat menghargai perhelatan besar Asian Games ke-18 tahun 2018 dari sisi partisipasi masyarakat dan sukarelawan. Thomas Bach dan Al-Sabah dalam pertemuan dengan Jokowi sangat menghargai partisipasi masyarakat, terutama partisipasi dari relawan yang dalam jumlah sangat besar bisa digerakkan dan diorganisasi dengan baik.

Syekh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah mengatakan bahwa kota-kota di Asia telah menjadi tuan rumah banyak ajang internasional. Pihaknya mengakui bangga bahwa Jakarta memiliki kemampuan menyelenggarakan acara internasional sebesar Olimpiade. Menurutnya, Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang, energi Asia, telah menjadi sukses sejarah.

Thomas Bach mengapresiasi rencana Indonesia yang akan mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang. Thomas menyebut pelaksanaan Asian Games telah membuktikan Indonesia memiliki seluruh materi yang diperlukan untuk mengorganisir Olimpiade.

Olimpiade merupakan pesta olahraga terbesar di dunia yang diselenggarakan empat  tahun sekali oleh International Olympic Committee (IOC). Hingga tahun ini, olimpiade telah dilaksanakan sebanyak 31 kali. Jika disetujui, Indonesia akan menjadi negara keempat di Asia setelah Jepang, Korea Selatan, dan China, yang tercatat sebagai tuan rumah Olimpiade musim panas.

Dari Myanmar, hakim di pengadilan negara ini hari Senin (3/9) menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun kepada dua jurnalis Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Keduanya dianggap telah mendapatkan dokumen rahasia mengenai Rohingya secara ilegal. Putusan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Dua wartawan berkewarganegaraan Myanmar ini, dituduh melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Negara Myanmar.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar menyerukan supaya pengadilan membebaskan dua wartawan Reuters itu dan mengizinkan keduanya untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka sebagai wartawan.

PBB menuduh Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar memimpin kampanye "genosida" dan "kejahatan kemanusiaan" terhadap kaum Rohingya. PBB juga mengecam keras Pemimpin Sipil De Facto, Aung San Suu Kyi karena gagal menggunakan otoritas moral untuk membela minoritas.

Setelah menyampaikan laporan tentang pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar, Komite investigasi PBB menuntut agar Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar diseret ke pengadilan.

Komite investigasi PBB, Ahad (2/9/2018) menuduh Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing telah melakukan pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya dan terlibat dalam pemerkosaan massal perempuan serta gadis-gadis Rohingya.

Komite investigasi PBB mengumumkan, penanganan hukum atas kasus yang menjerat Jenderal Min Aung Hlaing adalah hal yang urgen. Pemerintah Myanmar sebelumnya menolak permintaan PBB untuk menyeret para komandan militer negara itu ke pengadilan atas tuduhan melakukan genosida.

Sejak tanggal 25 Agustus 2017 akibat serangan militer Myanmar dan kelompok Buddha ekstrem negara itu terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, lebih dari 6.000 Muslim tewas, 8.000 lainnya terluka dan sekitar satu juta lainnya terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

Dari Malaysia, mantan menteri pertahanan negara ini diinterogasi oleh Komisi Anti-Korupsi negara itu, MACC, pada hari Senin, 3 September 2018 terkait dugaan penyalahgunaan anggaran negara untuk pemilu ke-14.

Komisi Anti-Korupsi Malaysia melakukan interogasi terhadap mantan menhan Malaysia, Hishammuddin Hussein sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyelewengan dana pemerintah untuk pemilu ke-14 yang melibatkan mantan kepala dinas intelijen Malaysia, Hasanah Abdul Hamid.

Mantan kepala Badan Intelijen Eksternal (EIO), Hasanah Abdul Hamid ditangkap pada hari Rabu (29/8/2018) terkait dugaan pencurian dana penyelenggaraan pemilu bulan Mei lalu. Hasanah Abdul Hamid menjadi sekutu dekat mantan PM Najib Razak yang di luar dugaan kalah dalam pemilihan umum lalu. Sejak kejatuhan Najib, pemerintahan baru Malaysia melakukan pembersihan terhadap para pejabat senior yang terkait dengan pemerintahan lama.

Dari Filipina, walikota Ronda, Mariano Blanco (59), ditembak mati di kantornya sendiri, Rabu (5/9). Blanco masuk dalam daftar Rodrigo Duterte terkait dugaan hubungan dengan gembong narkoba Filipina.

Menurut petugas kepolisian setempat, Blanco ditembak mati oleh orang bersenjata yang tak dikenal di kantornya pada tengah malam. Inspektur Senior, Jayr Palcon kepada AFP mengatakan, sesuai informasi para saksi, empat orang bersenjata turun dari van putih dan memasuki balai kota. Walikota ada di sana saat dia tidur di kantornya.

Blanco dinyatakan meninggal di rumah sakit dan motif pembunuhan masih tahap penyelidikan. Belum ada kejelasan mengapa Blanco memutuskan untuk tetap berdiam di kantornya semalam.

Pembunuhan Blanco terjadi hampir satu tahun setelah Komisi Kepolisian Nasional mencabut kuasanya atas polisi lokal. Pencabutan ini dilakukan karena walikota itu diduga terlibat dalam kegiatan perdagangan narkoba illegal.

Blanco menjadi pejabat lokal terbaru yang terbunuh dalam beberapa bulan terakhir akibat diduga terjerat perdagangan obat-obatan illegal. Pembunuhan yang pejabat tinggi terakhir terjadi pada Juli lalu. Walikota Antonio Halili ditembak oleh seorang penembak jitu saat upacara pengibaran bendera di balai kota di Tanauan, selatan Manila.

Blanco dan Halili termasuk di antara enam walikota atau wakil walikota yang tewas di Filipina sejak Mei lalu. Petugas kepolisian juga mengatakan bahwa pada Februari lalu, keponakan Blanco dan wakil walikota Ronda, Jonah John Ungab juga ditembak mati oleh orang-orang bersenjata tak dikenal setelah menghadiri sidang pengadilan. Pembunuhan terjadi ketika pihak berwenang mengejar tindakan keras mematikan Duterte terhadap narkotika.

Otoritas keamanan Vietnam menangkap empat orang pemimpin oposisi pemerintah Hanoi karena mereka menggelar aksi unjuk rasa di hari kemerdekaan negara ini. Pejabat keamanan Vietnam menuding keempat pemimpin oposisi ini sebagai pendukung organisasi Pemerintah Nasional Sementara Vietnam yang berencana untuk menggelar unjuk rasa di hari kemerdekaan Vietnam.

Sebelumnya, para pejabat Vietnam mengingatkan bahwa segala bentuk unjuk rasa di hari kemerdekaan akan mendapat hukuman keras bagi pelakunya, karena menyulut aksi instabilitas dan tindakan subversif.

Selain itu, petugas keamanan Vietnam juga menangkap dua orang yang memprovokasi aksi demonstrasi di hari kemerdekaan Vietnam di media sosial. Kementerian keamanan publik Vietnam tahun lalu memasukan organisasi anti-komunis, Pemerintah Nasional Sementara Vietnam yang bertempat di AS sejak 1999 hingga kini, dan memasukannya sebagai organisasi teroris.

Sep 10, 2018 20:21 Asia/Jakarta
Komentar