• rupiah dan dolar
    rupiah dan dolar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (19/9/2018) dibuka sedikit membaik, usai kemarin merosot hingga menyentuh kembali di atas level Rp14.900/USD. Tren pemulihan mata uang Garuda terjadi saat dolar terjepit di dekat posisi terendah dalam tujuh pekan.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah sesi pagi dibuka pulih ke level Rp14.896/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mencoba merangkak naik dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.908/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah dibuka stagnan atau tidak beranjak dari posisi sebelumnya yakni Rp14.850/USD. Rupiah masih stabil dengan pergerakan harian di antara Rp14.850 hingga Rp14.905/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi ini naik tipis namun masih berada di level Rp14.910/USD. Tetapi posisi tersebut lebih bari dari sesi penutupan kemarin Rp14.930/USD.

Menurut data Bloomberg pada sesi awal perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp14.915/USD untuk masih tertekan dari penutupan kemarin Rp14.855/USD. Rupiah jatuh dan bergerak di kisaran level Rp14.900-Rp14.915/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar bertahan di dekat posisi terendah tujuh minggu terhadap para pesaingnya pada perdagangan Selasa, hari ini. Sedangkan mata uang berisiko bertambah melemah, setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan perang dagangnya dengan China dengan memberlakukan 10% tarif pada impor China senilai USD200 miliar.

Indeks dolar berada pada level 94,60 di sesi awal perdagangan Asia meski menyerah dalam kenaikannya untuk berbalik lebih rendah pada hari ini. Mata uang Negeri Paman Sam stabil di 94,57 setelah jatuh ke 94,35 atau terendah sejak akhir Juli.

Dengan Beijing menjaga cengkeraman kuat pada renminbi setelah langkah-langkah terbaru dan menolak untuk membiarkannya melemah tajam, sentimen lebih optimis terhadap mata uang dan ekuitas pasar berkembang. Melawan euro, dolar turun 0,1% menjadi 1,1717 sementara franc Swiss diperdagangkan pada level tertinggi enam bulan terhadap dolar di posisi 96,05.

bursa saham Indonesia

Bahkan Australia, yang rentan karena konflik perdagangan yang meningkat, melihat mata uangnya memantul 0,3% karena investor menutup beberapa posisi pendek mereka. Tercatat hanya Yen Jepang yang melemah terhadap dolar, mundur ke level terendah dua bulan di 112,27.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan, Rabu (19/9/2018) berangsur mulai kembali pulih untuk mengiringi tren kenaikan yang dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak pagi bursa saham Tanah Air terus berada dalam zona hijau, untuk menjadi sinyal kebangkitan.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini erada pada level Rp14.891/USD atau tercatat membaik dari kemarin pada posisi Rp14.855/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.891 hingga Rp14.915/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi I naik tipis menuju level Rp14.897/USD. Rupiah berbalik menguat dibandingkan sesi akhir kemarin yang tersungkur ke Rp14.930/USD.

Menurut Yahoo Finance, rupiah siang justru masih tertekan menjadi Rp14.890/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.850/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.850-Rp14.905/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada posisi Rp14.896/USD. Posisi ini cenderung mulai pulih dari posisi kemarin di level Rp14.908/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan balik perkasa dengan tambahan 57,72 poin atau 0,99% menjadi 5.869,51 untuk melanjutkan tren positif tadi pagi yang dibuka meningkat ke level 5.858,30 lewat peningkatan sebesar 46,510 poin yang setara dengan 0,80%. Sedangkan kemarin, bursa saham dalam negeri menyusut 0,21% atau 12,47 poin di posisi 5.811,79.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,11 miliar dengan 6,21 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp149,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp770,51 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp919,74 miliar. Tercatat 241 saham naik, 134 turun dan 116 saham mendatar. (Sindonews)

Tags

Sep 19, 2018 14:50 Asia/Jakarta
Komentar