• Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT ASEAN, Rabu, 14 November 2018.
    Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT ASEAN, Rabu, 14 November 2018.

Hubungan ASEAN dan Rusia ditingkatkan menjadi kemitraan strategis. Peningkatan tersebut ditandai dengan pertemuan 10 pemimpin negara ASEAN dan Rusia di KTT ASEAN 2018 di Singapura.

Sebagai koordinator dialog ASEAN-Rusia, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pernyataan atas nama ASEAN mengenai perkembangan kerja sama ASEAN-Rusia.

"Pertemuan kita pada hari ini menandai peningkatan hubungan ASEAN-Rusia menjadi mitra strategis," ujar Jokowi, dikutip dari pernyataan Kantor Staf Kepresidenan yang diterima Medcom.id, Rabu, 14 November 2018.

Melalui kemitraan tersebut, ASEAN dan Rusia dinilai perlu meningkatkan kerja sama. Diantaranya dengan menyelesaikan seluruh program kerja yang tertuang dalam Rencana Aksi ASEAN-Rusia 2016-2020, memperkuat komunikasi, koordinasi, dan konsultasi ASEAN-Rusia pada berbagai tingkatan, serta menjadi solusi bagi berbagai masalah dunia.

Jokowi menuturkan perdagangan ASEAN dan Rusia pada 2017 lalu meningkat hampir 40 persen. Volume perdagangan tersebut mencapai angka USD16,7 miliar, sementara nilai investasi di ASEAN mencapai USD40 juta.

"Namun, kita perlu terus berupaya meningkatkan nilai perdagangan dan investasi tersebut dengan memanfaatkan berbagai potensi kerja sama ekonomi yang ada dan mendorong interaksi para pengusaha," imbuhnya.

Sementara itu di bidang lainnya, ASEAN juga mendorong peningkatan kerja sama penanganan bencana, pendidikan, budaya, pemuda, pariwisata, dan kesehatan. Khusus bidang penanganan bencana, Jokowi meminta agar kesepakatan ASEAN dan Rusia segera diselesaikan.

"Dalam kaitan itu, kita perlu mendorong finalisasi Kesepakatan ASEAN-Rusia dalam penanganan bencana, segera," tuturnya.

Dia juga berharap Rusia ikut berpartisipasi dalam mencapai perdamaian dunia. Dalam hal ini dia menyinggung mengenai perdamaian di Semenanjung Korea dan masalah Palestina-Israel.

"Untuk itu saya berkeyakinan bahwa kemitraan ASEAN-Rusia dapat berkontribusi bagi penyelesaian masalah di kawasan dan global," ucapnya.

"Solidaritas Anda membantu rakyat kami bangkit dengan harapan baru," pungkas dia.

KTT ASEAN di Singapura.

Empat Kata Kunci Perundingan RCEP Dipaparkan Jokowi

Indonesia, sebagai koordinator perundingan, terus mendorong percepatan perundingan kerja sama ekonomi regional komprehensif atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Perundingan RCEP berusaha mengintegrasikan sepuluh negara anggota ASEAN dengan enam mitra, yakni India, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru dalam sebuah skema perdagangan bebas.

Situasi perdagangan dunia yang semakin tidak menentu mendorong Indonesia untuk kembali menyerukan pentingnya perundingan RCEP untuk segera diselesaikan.

"Beberapa ekonomi dunia mengalami pertumbuhan negatif. Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi besar mulai menimbulkan dampak pada negara lain dan semakin banyak negara menempuh langkah pengamanan perdagangan sepertianti-dumping duties, countervailing duties, dan safeguard. Keadaan ini menegaskan pentingnya perundingan RCEP untuk diselesaikan segera," ujar Presiden Jokowi dalam KTT ke-2 RCEP di Suntec Convention Centre, Singapura, pada Rabu, 14 November 2018.

Hingga saat ini, Indonesia bersama dengan negara-negara anggota ASEAN dan mitra lainnya membahas delapan bab dari 21 bab perjanjian RCEP. Secara garis besar, kedelapan bab perjanjian tersebut telah dicapai kata sepakat di antara negara-negara peserta.

Presiden menyebutkan, proses perundingan panjang yang telah dilakukan sejak KTT pertama di Manila tahun lalu membuat negara-negara peserta berada pada tahapan yang tak memungkinkan lagi untuk menoleh ke belakang.

"Sebagai koordinator perundingan RCEP, saya menilai bahwa kita berada pada the point of no return. Apa yang telah dicapai saat ini harus dijadikan modal untuk menyelesaikan perundingan RCEP agar manfaat integrasi ekonomi dapat dirasakan 3,4 miliar masyarakat kita," ucapnya, dalam keterangan tertulis Kantor Staf Kepresidenan, yang diterima Medcom.id, Kamis, 15 November 2018.

Maka itu, untuk dapat segera menyelesaikan perundingan ini, Presiden Joko Widodo mendorong seluruh pihak untuk mencapai konvergensi yang dibutuhkan. Perbedaan tingkat pembangunan dan kesiapan ekonomi masing-masing negara peserta memang melatarbelakangi pandangan dan kepentingan yang berbeda sehingga menyulitkan tercapainya satu suara.

Kepala Negara mengusulkan sejumlah parameter untuk dapat dijadikan pedoman dalam perundingan RCEP berikutnya. Pedoman tersebut dapat dirangkum ke dalam empat kata kunci: fleksibilitas, rekalibrasi ambisi, disiplin, dan konkret.

"Fleksibilitas untuk mencapai konvergensi. Rekalibrasi ambisi untuk mengakomodir sensitivitas. Disiplin untuk mencapai target yang ditentukan. Kerja sama konkret dan sikap konstruktif untuk menemukan solusi atas perbedaan yang ada," ujarnya.

Selain itu, dengan mengasumsikan penyelesaian perundingan RCEP ini sebagai tanggung jawab bersama, Presiden Joko Widodo juga mengusulkan agar dalam pertemuan kali ini ditentukan tahun depan sebagai batas waktu penyelesaian perundingan.

"Saya mengusulkan agar forum ini memperbaharui mandat kepada para menteri untuk menuntaskan perundingan ini tahun depan tanpa penundaan lagi," pungkasnya. (Metrotvnews/RM)

Tags

Nov 15, 2018 10:46 Asia/Jakarta
Komentar