Apr 26, 2019 10:23 Asia/Jakarta
  • Bendera ASEAN dan negara-negara anggota
    Bendera ASEAN dan negara-negara anggota

Indonesia mempelopori dialog kepemudaan antaragama sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan memperkuat budaya keberagaman bagi pemuda.

Situs Republika  Kamis malam melaporkan,  inisitif ini didukung kemenpora RI  menyikapi  fenomena radikalisme di kalangan pemuda  yang dipicu oleh sentimen atau cara pandang yang tidak tepat  atas RAS, agama, dan politik.

“Radikalisme bisa menyasar siapa saja tanpa melihat latar belakang,” ujar  Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh asat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Mid-Term Review Workshop of the ASEAN Work Plan on Youth di Hotel Mercure Ancol, Rabu, (24/4) dilasir situs Republika.  

Kegiatan ini diikuti delegasi dari seluruh negara ASEAN. Para delegasi melakukan evaluasi workshop program pendampingan kepemudaan antarnegara. Delegasi diutus dari perwakilan kementerian se-ASEAN bidang pemuda.

Selain di bidang toleransi dan deradikalisasi, pendampingan  wirausaha muda,  kepedulian sosial, dan kepemimpinan maupun peningkatan kualitas kompetensi  dibidang teknologi harus  menjadi prioritas kerjasama antarnegara. 

Seluruh perwakilan negara ASEAN hadir untuk melakukan internal meeting khususnya workshop evaluasi sekaligus rekomendasi atas program pendampingan kepemudaan antarnegara.

Asrorun  juga mengajak seluruh delegasi untuk mengucapkan  bela sungkawa atas tragedi ekstrimisme atau kekerasan yang terjadi di Srilangka dan Selandia Baru. Semua peserta diminta untuk mendoakan agar peristiwa intoleransi yang berujung terorisme tidak terjadi lagi.(PH)

 

 

 

Tags

Komentar