Mei 15, 2019 11:02 Asia/Jakarta
  • Kesiapan Pangamanan 22 Mei

Sepekan sebelum pengumuman hasil rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019, semua pihak terkait, terutama POLRI menyatakan sudah siap mengawal momentum penting ini.

Sebelumnya muncul rumor, terutama di media sosial akan terjadi kerusuhan karena ada salah satu paslon yang tidak menerima hasil pemilu yang diumumkan KPU pada tanggal tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan berdasarkan pemantauan intelijen tidak terdapat potensi kerusuhan saat penetapan hasil pemilu pada 22 Mei 2019.

"Potensi kerusuhan, dari hasil deteksi intelijen di lapangan tidak ada. Belum mengarah ke sana," ujar Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa dilansir Antara.

Menurutnya, potensi kerusuhan hanya ramai digaungkan di media sosial sehingga patroli siber oleh Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara dilakukan secara intens.

Patroli siber memonitor akun yang menyebarkan konten hoaks, provokatif, dan bermuatan ujaran kebencian hingga 22 Mei 2019.

Polri telah mempersiapkan rencana pengamanan secara detail saat pengumuman hasil rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.

 

Polisi Indonesia siaga penuh 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan, terdapat 32.000 personel TNI-Polri yang diturunkan.

"Kekuatan yang dilibatkan untuk TNI-Polri ada 32.000 (personel) dalam rangka untuk memberikan suatu jaminan keamanan pelaksanaan pengumuman hasil penghitungan secara nasional pilpres dan pileg," tegas Dedi di gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Pengamanan gedung KPU akan menggunakan sistem pengamanan yang terbagi dalam empat lapis atau ring.

Ring pertama berada di dalam gedung KPU agar kinerja lembaga tersebut tidak terganggu. Kemudian, ring kedua merupakan area sekitar gedung KPU dengan pengamanan berupa sterilisasi.

"Ring 2 ada di gedung KPU juga semua yang akan masuk ke KPU harus steril, harus menghargai petugas yang melaksanakan sterilisasi," katanya.

Adapun ring ketiga merupakan area parkir, dan ring keempat di jalan raya. Selain, Polri juga akan fokus mengamankan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan obyek vital lainnya.

Survei Litbang Kompas yang dilakukan 24-25 April 2019 menunjukkan sebanyak 82,4 persen masyarakat percaya terhadap hasil penghitungan suara resmi KPU yang akan diumumkan pada 22 Mei 2019 nanti.

Situs Kompas melaporkan, sebanyak 12,9 persen menyatakan tidak percaya, dan 4,7 persen menyatakan tidak tahu. Oleh karena itu, delegitimasi terhadap pemilu yang mengarah terjadinya makar hanyalah merupakan riak-riak kecil di masyarakat dengan prosentase 12,9 persen, yang akan sulit dikapitalisasi menjadi kekuatan makar secara nasional.(PH)

 

 

Tags

Komentar