Mei 16, 2019 09:55 Asia/Jakarta
  • Kegiatan presentasi hasil survei kerja sama APJII dan Polling Indonesia.
    Kegiatan presentasi hasil survei kerja sama APJII dan Polling Indonesia.

Survei penetrasi internet dan perilaku pengguna internet di Indonesia pada tahun 2018 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 171,17 juta jiwa.

Jumlah tersebut merupakan 64,8 persen dari total penduduk Indonesia menurut proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 264,16 juta jiwa.

“Angka tersebut mengalami peningkatan 10,12 persen atau tumbuh 27,9 juta pengguna dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Sekjen APJII, Henri Kasyfi, saat mempresentasikan hasil survei kerja sama APJII dan Polling Indonesia tersebut dalam perayaan Hari Jadi APJII ke-23 di Jakarta, Rabu malam, 15 Mei 2019, seperti dilansir Tempo.co.

Survei ini melibatkan 5.900 sampel dengan margin of error 1,28 persen, sementara data lapangan diambil selama periode Maret hingga 14 April 2019.

Dari sisi kontribusi pengguna internet per wilayah, Jawa masih menjadi penyumbang terbesar dengan pengguna internet sebesar 55 persen. Wilayah lainnya adalah Sumatera (21 persen), Papua (10 persen) Kalimantan (9 persen).

Adapun pengguna internet per provinsi di Jawa, paling besar dicatat oleh Jawa Barat sebesar 16,6 persen, diikuti Jawa Tengah (14,3 persen), Jawa Timur (13,5 persen), DKI Jakarta (4,7 persen), Banten (4,7 persen), dan DI Yogyakarta (1,5 persen).

Hasil survei yang dilakukan APJII, kerap menjadi acuan oleh seluruh industri dan pemerintah untuk mengetahui berapa banyak pengguna internet di Indonesia. Maka, tak jarang para pemangku kepentingan menunggu hasil dari survei internet yang dilakukan oleh APJII.

“APJII berharap, hasil survei penetrasi internet dan perilaku penggunanya di Indonesia tahun 2018 ini, dapat bermanfaat bagi seluruh industri yang membutuhkan gambaran bagaimana potret pengguna internet di lndonesia,” jelas Ketua Umum APJII, Jamalul lzza.

Usia 15-19 Tahun Pengakses Internet Terbesar di Indonesia

Usia 15-19 tahun merupakan pengakses internet terbesar berdasarkan umur menurut survei penetrasi internet dan perilaku pengguna internet di Indonesia pada tahun 2018 yang dirilis  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

“Pengguna usia 15-19 yang mengakses internet sebesar 91 persen, sementara yang tidak menggunakan internet sebesar 9 persen,” ujar Sekjen APJII, Henri Kasyfi.

Persentase pengakses internet terbesar kedua adalah pada usia 20-24 tahun, dengan tingkat pengguna internet sebesar 88,5 persen, dan 11,5 persen rentang usia tersebut tidak mengakses internet.

Adapun dari data pengakses internet berdasarkan pendidikan terungkap bahwa pengguna internet yang pernah kuliah tapi tidak tamat setara dengan pengguna internet yang tamat S3. Keduanya memiliki tingkat persentase pengakses terbesar, yaitu dengan tingkat 100 persen.

Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mendorong pemerataan pembangunan jaringan internet, salah satunya lewat Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring. Namun, hingga saat ini, operator yang ikut Palapa Ring masih sedikit.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan salah satu tujuan dibangunnya SKKL Palapa Ring adalah agar pembangunan jaringan internet tidak hanya bertumpuk di Pulau Jawa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Opensignal terhadap 44 kota di Indonesia, ditemukan bahwa saat ini jaringan internet masih terpusat di kota-kota padat penduduk, khususnya di Pulau Jawa.

“Makanya pemerintah membangun Palapa Ring agar yang belum membangun backbone keluar Pulau Jawa, sekarang menjadi feasible karena disubsidi,” tuturnya. (RM)

Tags

Komentar