• Rouhani: Tak Mau Bebaskan Aset Iran, AS akan Diadukan ke ICC

Presiden Iran mengatakan, lembaga kehakiman Iran harus menindaklanjuti pengabaian yang terjadi dalam upaya menarik aset Iran di Amerika Serikat.

IRNA (10/8) melaporkan, Hassan Rouhani, Presiden Iran, Rabu (10/8) dalam sidang bersama kabinet dan para gubernur seluruh Iran menuturkan, pejabat lembaga kehakiman Amerika pada tahun 2009 membekukan aset bank Sentral Iran sebesar 1,8 milyar dolar dan pada awal tahun 2013 berdasarkan keputusan pengadilan, pemerintah Amerika diberi hak menggunakan aset Iran itu.

Rouhani juga menyinggung sensitivitas tinggi Iran terkait hak-hak rakyat dan menegaskan, pemerintah Iran sesuai dengan kewajibannya dalam rangka melindungi hak-hak rakyat, akan mengajukan gugatan kepada Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag terkait aset Iran yang diblok di Amerika. Selain itu lembaga peradilan Iran juga harus menindaklanjuti masalah ini. 

Presiden Iran menilai keamanan dan stabilitas di negara ini sangat luar biasa.

"Hari ini harapan terbesar rakyat kawasan, bahkan dunia untuk mewujudkan stabilitas dan keamanan, terpusat pada Iran, bukan hanya negara-negara kawasan, negara-negara besar dunia juga mengakui peran efektif dan konstruktif Iran dalam menciptakan stabilitas dan keamanan kawasan serta dunia," ujarnya.

Rouhani menjelaskan bahwa bangsa Iran menghadapi orang-orang yang mengenalkan Islam sebagai agama kekerasan dengan menunjukkan Islam moderat.

Ia menegaskan, simbol perwujudan pemerintahan Islam Iran yang membawa pesan stabilitas kawasan dan berperan aktif dalam menciptakan stabilitas dunia, adalah adanya persatuan dan solidaritas nasional.

Presiden Iran menuturkan, hari ini, tidak ada seorangpun yang meragukan bahwa Iran adalah pembawa panji perang melawan kekerasan dan terorisme di kawasan dan selalu terdepan dalam menyelesaikan masalah-masalah regional. (HS)

Tags

Aug 10, 2016 18:37 Asia/Jakarta
Komentar