• Staf Umum Angkatan Bersenjata RII.
    Staf Umum Angkatan Bersenjata RII.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menilai al-Quds Sharif sebagai bagian dari Islam dan wujud persatuan serta anti-arogansi dunia Islam, di mana lalai atasnya berarti terealisasinya mimpi rezim Zionis Israel untuk Yahudisasi Baitul Maqdis

Seperti dilansir IRNA, menjelang Hari Quds Sedunia, Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran pada Rabu (21/6/2017) mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa Hari Quds merupakan anugerah Ilahi untuk mengungkap wajah buruk kekuatan-kekuatan arogansi dan rezim penjajah al-Quds sebagai pendukung utama kekerasan dan terorisme di dunia.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa dalam kondisi ketika terorisme, kekerasan dan ketidakamanan melanda dunia, pemimpin sejumlah negara reaksioner di kawasan justru memperluas perpecahan dan perselisihan di dunia Islam untuk mengejar kekuasaan, bersekutu dengan rezim Zionis dan memperluas ekstremisme.

Menurut pernyataan itu, pendekatan kekuatan-kekuatan arogan dunia selalu menyulut perpecahan di antara mazhab-mazhab Islam, di mana kunjungan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke kawasan dan pertemuan dengan Al Saud dan rezim penjajah Zionis serta kontrak besar persenjatan yang memicu perselisihan sejumlah negara Arab dengan Qatar adalah contoh dari kebijakan memecah belah yang diterapkan oleh AS.

Staf Angkatan Bersenjata Iran menilai dukungan dunia Islam kepada al-Quds dan Intifada Palestina sebagai keluar dari lingkaran pemahaman arogansi dan Zionisme.

"Kebangkitan Islam dan kegagalan berturut-turut rezim Zionis (Israel) telah menyebabkan lemah dan putus asa AS, Barat dan rezim-rezim reaksioner di kawasan untuk melindungi keamanan dan kehidupan rezim ilegal Zionis," tegas pernyataan tersebut.

Hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadahan ditetapkan oleh Imam Khomeini ra, Pendiri Republik Islam Iran sebagai Hari Quds Sedunia agar agar umat Islam di seluruh dunia mengungkapkan kebenciannya terhadap kebijakan rasis rezim Zionis Israel.

Penetapan Jumat terakhir di bulan Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia merupakan inisiatif Imam Khomeini ra sebagai bentuk dukungan kepada perjuangan bangsa Palestina. Inisiatif ini menegaskan bahwa bangsa Palestina tidak sendirian dalam menghadapi rezim Zionis yang didukung oleh kekuatan Barat, terutama AS. Tetapi bangsa-bangsa Muslim dan publik dunia hadir bersama mereka mendukung pembebasan Baitul Maqdis dari pengaruh Israel dan sekutunya.

Instruksi langsung Imam Khomeini mengenai penetapan Jumat terakhir di bulan Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia pada awal Agustus 1979 tidak hanya terbatas pada lingkup Iran saja. Sebab, kini peringatan Hari Quds Sedunia ini dilakukan setiap tahun oleh berbagai negara dunia dengan tingkat resonansi yang semakin bergema setiap tahunnya. (RA)  

Jun 21, 2017 16:13 Asia/Jakarta
Komentar