Ismail Ould Cheikh Ahmed, utusan khusus sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Yaman di lawatannya ke Tehran menggelar lobi dengan petinggi Iran terkait kondisi Yaman. Di antaranya adalah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.

Yaman lebih dari dua tahun menghadapi gelombang serangan tanpa henti Arab Saudi dan berlanjutnya serangan brutal ini membuat Yaman menghadapi tragedi kemanusiaan.

Agenda perundingan Ould Cheikh Ahmed di Tehran adalah mengakhiri tragedi kemanusiaan di Yaman dan menemukan solusi politik komprehensif. Namun pertanyaannya adalah, seberapa besar pengaruh upaya PBB untuk menyelesaikan krisis Yaman untuk menghentikan kejahatan anti kemanusiaan Arab Saudi terhadap perempuan dan anak-anak Yaman?

Ismail Ould Cheikh Ahmed di pertemuannya dengan petinggi Republik Islam Iran seraya menekankan bahwa krisis Yaman tidak memiliki solusi militer, memuji dukungan Iran untuk menggapai solusi damai dan penerapan perdamaian di Yaman. Wajar bahwa Iran menghendaki diakhirinya perang di Yaman dan oleh karena itu dengan motivasi ini Tehran mendukung upaya PBB untuk mengakhiri krisis di Yaman. Agenda utama perundingan Ismail Ould Cheikh Ahmed di Tehran juga seputar isu ini.

PBB sejak empat tahun lalu hingga kini berulang kali memperingatkan meletusnya tragedi kemanusiaan di Yaman, namun peringatan ini sia-sia. Berlanjutnya penghancuran infrastruktur dan penutupan bandara udara Sanaa saat ini kian menambah kesulitan warga Yaman. Utusan khusus sekjen PBB mengatakan dirinya tengah berusaha untuk membuka kembali bandara ini sehingga proses transportasi akan semakin mudah.

Laman berita Al Najm Al Thaqib baru-baru ini dilaporannya menulis, "...Merebaknya wabah kolera dan meningitis di Yaman adalah senjata Amerika dan pasukan bayarannya yang mengalami jalan buntu di operasi militer anti warga tak berdaya Yaman."

Perang di Yaman telah memaksa lebih dari tiga juta orang mengungsi dan mereka setiap hari terus mengalami kesulitan serta berusaha keras menemukan bahan makanan. Berdasarkan laporan lembaga kemanusiaan internasional, rata-rata gizi buruk di Yaman untuk saat ini mencapai 200 persen. Sementara berdasarkan data yang dirilis organisasi di bawah PBB, dari setiap 10 anak Yaman, delapan di antaranya menderita gizi buruk.

Republik Islam Iran di prakarsanya menyebutkan diakhirinya peperangan sebagai langkah terpenting untuk menyelesaikan krisis di Yaman. Tehran juga meyakini kesuksesan upaya yang ada bergantung pada netralitas PBB dan upayanya meraih kepercayaan dari pihak-pihak yang bersengketa di Yaman.

Tak diragukan lagi upaya di Yaman sangat bergantung pada dialog serius dan langsung antar kubu-kubu yang bersengketa serta gerakan ke arah solusi politik yang merujuk pada suara bangsa Yaman. Jika hal ini terlaksana, maka ada harapan Yaman akan keluar dari kondisi saat ini. (MF)

Aug 13, 2017 16:36 Asia/Jakarta
Komentar