• Ali Larijani, Ketua Parlemen RII
    Ali Larijani, Ketua Parlemen RII

Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, kejahatan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) menunjukkan betapa jauhnya teroris ini dari budaya Islam dan mereka tidak memiliki tujuan kecuali menciptakan perpecahan dan mencoreng nama dan citra umat Islam.

Ali Larijani mengatakan hal itu dalam sidang terbuka parlemen pada Minggu (13/8/2017) ketika mengenang Syahid Mohsen Hojaji yang gugur syahid di tangan teroris Daesh.

"Gugur syahidnya Hojaji di medan perjuangan memberikan pelajaran pengorbanan kepada dunia di jalan tujuan dengan penuh kekuatan dan kemantapan. Hari ini, perjuangan melawan teroris adalah contoh peperangan antara para pengikut Imam Husein as dan para pengikut Yazid," imbuhnya.

Syahid Mohsen Hojaji adalah penjaga tempat-tempat suci Ahlul Bait yang ditangkap oleh kelompok teroris Daesh pada pekan lalu dan setelah itu dibunuh.

Ketua Parlemen Iran lebih lanjut menyinggung kejahatan terbaru para teroris di Afghanistan dan menilainya sebagai contoh dari konsekuensi pemikiran Takfiri.

"Tidakkah negara-negara Arab melihat tangan Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam penindasan dan kejahatan terhadap umat Islam?" tanyanya.

Pasca kekalahan dalam perang 33 hari melawan Hizbullah Lebanon, lanjut Larijani, AS dan rezim Zionis berusaha menciptakan perpecahan di antara umat Islam dengan memicu konflik, di mana sejumlah negara regional juga mengobarkan konflik internal di antara umat Islam.

"Seperti halnya dalam perang 33 hari, di mana Hizbullah Lebanon mengalahkan rezim Zionis (Israel), maka Hojaji-Hojaji yang penuh semangat dan heroik akan menyerahkan sisa-sisa teroris kepada AS, rezim Zionis dan boneka-boneka mereka di kawasan," pungkasnya. (RA)

Aug 13, 2017 17:43 Asia/Jakarta
Komentar