• Rahbar Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei
    Rahbar Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei

امْتَحَنَكِ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَكِ فَوَجَدَكِ لِمَا امْتَحَنَكِ صَابِرَةً

Engkau telah diuji oleh Allah yang menciptakanmu sebelum engkau diciptakan, maka Dia mendapatimu sabar karena ujian-Nya. (at-Tahdzib, jilid 6, hal 110)

Allah Swt tahu bagaimana Fathimah Zahra as akan memilih dan berikhtiar serta melangkah di masa hidupnya. Penghambaan kepada Allah adalah parameternya. Inilah garis yang jelas bagi kita. (dalam pertemuan bersama para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 5/5/1384)

Fitrah Fathimah Zahra as Karena Kelulusannya Dalam Ujian Penghambaan

[Hadirin] yang saya muliakan! Bintang terang alam penciptaan ini, bukan hanya yang bisa kita lihat. Fathimah Zahra as jauh lebih tinggi dari sekedar kata-kata ini. Kita hanya melihat pancarannya. Tapi beliau jauh lebih tinggi dari kata-kata ini. Namun saya dan kalian, apa yang kita manfaatkan? Apa sudah cukup hanya sekedar kita ketahui bahwa beliau adalah Zahra? Saya membaca dalam sebuah riwayat bahwa cahaya fathimah Zahra as membuat mata-mata para penghuni langit dan malaikat terbelalak; “zahara nuruha li ahlissama’” (Bihar, jilid 43, hal 12) memancar pada mereka. Apa yang kita manfaatkan dari pancaran ini. Dari bintang yang memancar ini, kita harus mencari jalan menuju kepada Allah dan jalan penghambaan yang merupakan jalan yang lurus dan telah dilalui oleh Fathimah Zahra as dan sampai pada derajat yang tinggi. Bila kalian melihat Allah telah menetapkan fitrahnya sebagai fitrah yang tinggi, alasannya karena Allah tahu bahwa beliau akan lulus dengan baik dalam menghadapi ujian di alam materi ini.    

امْتَحَنَكِ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَكِ فَوَجَدَكِ لِمَا امْتَحَنَكِ صَابِرَةً

Engkau telah diuji oleh Allah yang menciptakanmu sebelum engkau diciptakan, maka Dia mendapatimu sabar karena ujian-Nya. (at-Tahdzib, jilid 6, hal 110)

Inilah masalahnya. Bila Allah Swt memberikan perhatiannya secara khusus terkait fitrahnya, karena Dia tahu bagaimana beliau akan lulus? Padahal banyak juga orang-orang yang fitrahnya baik, namun tidak semuanya bisa lulus dengan baik dalam menghadapi ujian. Ini adalah bagian dari kehidupan Fathimah Zahra as, sebuah kesempatan yang kita butuhkan untuk menyelamatkan diri kita. (dalam pertemuan bersama para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 3/9/1373)

Pengaruh Amalan Fathimah Zahra Dalam Mencapai Posisi Spiritual

Masalah spiritual ini lebih banyak berkaitan dengan keutamaan sebuah amalan. Berkaitan dengan apa yang telah diusahakan oleh Sayidah Fathimah Zahra as. Posisi ini tidak diberikan secara cuma-cuma dan tanpa dalil. Amalan manusia memiliki pengaruh dalam mencapai keutamaan dan kelebihan spiritual. (dalam pertemuan bersama para wanita, 25/9/1371)

Keilmuan dan Spiritual Yang Berdampingan Dengan Iffah Dan Kesucian Dalam Keteladanan Fathimah as

Wanita penghulu alam adalah wanita agung yang harus dipikirkan oleh para ilmuwan dan pemikir supaya bisa memahami dalamnya ucapannya di berbagai bidang. Sementara pada saat yang sama beliau adalah orang yang tawadhu di mihrab ibadah di hadapan Allah untuk urusan spiritual. Dari malam sampai pagi beliau beribadah. Beliau adalah teladan iffah dan hijab. Yakni spiritual dan kesucian serta ketakwaan seorang wanita tidak hanya bertentangan dengan ilmu dan pengetahuannya, tapi keduanya saling membantu untuk menyempurnakan kepribadiannya. Alhamdulillah, untungnya saat ini para wanita negara ini sedang bergerak ke arah ini di bawah naungan pemerintahan Islam. Yakni ke arah menggabungkan antara kepribadian ilmiah atau sosial atau politik dari satu sisi dan kepribadian agamis dan memperhatikan nilai-nilai Islam dari sisi lain. (dalam pertemuan bersama para santri wanita dan guru di musholla kota Qom, 16/9/1374)

Ibadah Dan Suluk Panjang Fathimah Zahra as

Di mihrab ibadah, beliau berlama-lama bermunajat kepada Allah. Ibadah dan suluknya tidak bisa barangkan dan pahami. (dalam seminar, peran wanita di tengah-tengah masyarakat, 10/12/1364)

Ibadah Yang Sungguh-Sungguh

Dari sisi ibadah, beliau berdiri secara sungguh-sungguh di mihrab ibadah dan berdoa kepada Allah. Beribadah dan menangis dan karena lamanya berdiri sampai kaki beliau membengkak. Kalian lihat betapa cintanya beliau kepada Allah. (dalam pertemuan dengan para wanita negara, 21/12/1363)

Banyak Beribadah

Hasan Basri salah seorang ahli ibadah dan zuhud di dunia Islam, berbicara tentang fathimah Zahra as, “Putri Rasulullah Saw begitu lama berdiri di mihrab ibadah sampai membengkak kakinya.” (Manakib Shahr Ashub, jilid, 3, hal 341)

Mendoakan Orang Lain Di Malam Hari

Imam Hasan as berkata, “Pada malam Jumat, ibuku berdiri beribadah sampai pagi. Sampai terbitnya fajar. Ibuku dari malam sampai pagi sibuk beribadah dan beribadah serta bermunajat.”

Imam Hasan as mengatakan, “Saya mendengar beliau mendoakan orang-orang mukmin dan mukminat. Berdoa untuk masalah umum dunia Islam. Begitu pagi tiba, saya katakan, “Ibu! Mengapa Anda tidak berdoa untuk diri Anda sendiri? Sebagaimana orang lain berdoa?”

Beliau menjawab, “Wahai putraku! Pertama orang lain, kemudian diri kita sendiri.” Inilah jiwa yang tinggi itu. (dalam pertemuan bersama para wanita, 25/9/1371)

Keagungan Dan Kesempurnaan Sayidah Zahra as

Kepribadian Sayidah Zahra as Yang Tak Dikenal

Kita banyak mendengar, membaca dan membicarakan tentang Sayidah Zahra as. Kita semua, kalian para wanita dan yang lainnya, para pembaca dan para penulis, namun pada hakikatnya kepribadian Sayidah Zahra as tidak dikenal. (dalam pertemuan dengan para wanita negara, 21/12/1363)

Kepribadian Yang Tak Bisa Dijelaskan

Tentunya saya tidak bisa berbicara tentang beliau dari sisi spiritual, kejiwaan beliau. Saya lebih kecil dari sekedar untuk memahaminya. Bahkan bila seseorang bisa memahaminya, namun tidak akan bisa menjelaskannya sesuai haknya. (dalam pertemuan dengan para wanita, 25/9/1371) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan II, Olgou-ye Zan Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Uzhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami.

Nov 13, 2017 17:05 Asia/Jakarta
Komentar