• Presiden Donald Trump dan Raja Salman bin Abdulaziz mengikuti tarian pedang di Riyadh.
    Presiden Donald Trump dan Raja Salman bin Abdulaziz mengikuti tarian pedang di Riyadh.

Penasihat Senior untuk Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi mengatakan, para teroris berusaha untuk mengacaukan Suriah dan Irak dengan uang Arab Saudi dan dukungan Amerika Serikat dan beberapa negara di Timur Tengah.

Mayjend Safavi, seperti dikutip IRNA, Rabu (6/12/2017) menekankan bahwa jika Republik Islam Iran tidak hadir, keamanan Suriah dan Irak tidak akan tercipta. Iran, lanjutnya, telah mengantarkan orang-orang dari kedua negara ini meraih ketenangan dan keamanan.

Krisis di Suriah dan Irak dimulai dengan serbuan besar-besaran para teroris yang didukung Saudi, AS dan sekutu mereka, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengubah perimbangan regional, yang menguntungkan rezim Zionis Israel.

Militer Suriah dan Irak baru-baru ini berhasil menghancurkan kelompok teroris Daesh di wilayah mereka dengan bantuan Republik Islam Iran.

Mayjend Safavi menganggap rezim Saudi sebagai boneka AS di Timur Tengah dan menandaskan, Saudi terlibat dalam berbagai kekacauan di kawasan ini.

Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi.

Berbicara tentang krisis Yaman, dia mengatakan rakyat Yaman seperti orang-orang Suriah dan Irak, akan menang melawan Saudi dan UEA.

Arab Saudi, dengan dukungan AS, UEA dan beberapa negara lainnya, telah menyerang Yaman sejak Maret 2015, sekaligus memblokade negara tersebut melalui darat, laut dan udara. (RM)

Dec 07, 2017 03:11 Asia/Jakarta
Komentar