• Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran.
    Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran.

Para peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran, mengakhiri pertemuan mereka pada Kamis (8/12/2017) malam dengan mengeluarkan sebuah deklarasi bersama.

Deklarasi Tehran mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang al-Quds, dan menekankan kebutuhan dunia Muslim pada intifada baru Palestina untuk melawan agresi ke al-Quds.

Pernyataan tersebut menekankan urgensi untuk menghadapi kebijakan baru AS, yang menginginkan yahudisasi al-Quds dan menguasai tempat-tempat suci umat Islam.

Mengacu pada kemampuan dunia Islam untuk menghidupkan kembali peradaban Islam yang sesuai dengan kebutuhan zaman, Deklarasi Tehran menyeru negara-negara Muslim untuk bersatu dalam menghadapi konspirasi dan intrik musuh.

Para peserta juga menyampaikan penyesalan atas pembunuhan dan kehancuran di beberapa negara Muslim, seperti Afghanistan, Irak, Suriah dan Yaman. Mereka menilai beberapa pemerintah dan gerakan di dunia Muslim yang telah membantu mewujudkan tujuan kubu arogan dan Zionis, sebagai penyebab penderitaan dan kesengsaraan ini.

"Peradaban baru Islam akan mampu memberikan sebuah resolusi untuk menyelamatkan umat manusia dari penderitaannya saat ini," tegas Deklarasi Tehran.

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran, dihadiri oleh 500 tamu asing dan lokal. Konferensi yang mengusung slogan "Persatuan dan Keharusan Peradaban Baru Islam" ini ditutup pada 7 Desember 2017. (RM)

Dec 08, 2017 04:26 Asia/Jakarta
Komentar