Menteri Pertahanan Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan menyinggung masa depan hubungan Tehran dengan Moskow dan kecenderungan kedua belah pihak untuk memperluas hubungan militer.

Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan, hubungan Iran dan Rusia adalah strategis dan selain meliputi berbagai sektor militer, hubungan ini juga mencakup di sektor ekonomi dan politik.

Hal itu disampaikan Brigjen Hatami dalam wawancara dengan Tasnim News, Sabtu, 9 Desember 2017. Ia menambahkan, ketika terdapat hubungan strategis antara Iran dan Rusia, maka kedua negara akan memiliki cakralawala yang terang.

Brigjen Amir Hatami, Menhan RII.

Salah satu indikator hubungan Iran dan Rusia adalah kepemilikan posisi umum dalam berbagai isu regional dan internasional, dimana karakteristik ini berperan signifikan dalam pembentukan hubungan di level strategis.

Sejak bulan November 2017, Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran menyebut Rusia sebagai negara sahabat, tetangga dan mitra strategis bagi Iran. Ia mengatakan, keinginan Tehran adalah memperluas dan memperkuat hubungan dan kerjasama komprehensif dengan Moskow. Hal itu disampaikan Rouhani dalam pertemuan dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia di Tehran, ibukota Iran.

Putin juga menekankan bahwa Iran adalah negara tetangga dan mitra strategis bagi Rusia. Ia mengatakan, Moskow dan Tehran memiliki kepentingan bersama dalam perluasan hubungan dan kerjasama bilateral. Pernyataan bersama Presiden Iran dan Rusia yang dipublikasikan sebagai "Menuju Kemitraan Komprehensif dan Strategis" menjelaskan tentang hal itu.

Sekarang, efektivitas dan pengaruh hubungan antara Iran dan Rusia di berbagai isu strategis telah terbukti. Dengan kata lain, hubungan Tehran dan Moskow sangat kuat dan strategis serta berpengaruh besar terhadap transformasi regional dan internasional. Oleh karena itu, kecenderungan untuk memperluas kerjasama keamanan dan militer kedua negara adalah hal yang alami dan wajar.

Kerjasama tersebut saat ini menjadi salah satu topik penting dan sensitif dalam hubungan kedua negara. Aspek terpenting dari pendekatan ini adalah terbentuknya hubungan jangka panjang seputar kepentingan bersama di bidang ancaman keamanan dan militer terutama untuk menghadapi intervensi militer Barat di kawasan.

Sekarang, pandangan umum tersebut telah memberikan dasar yang baik untuk terjalinnya kerjasama antara Iran dan Rusia di bidang keamanan dan strategi bersama militer. Dalam konteks ini, Iran dan Rusia –dalam menumpas kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di Suriah– telah mampu menggunakan dengan baik berbagai potensinya dan potensi negara-negara di kawasan untuk menjaga keamanan dan stabilitas regional.

Iran dan Rusia telah menunjukkkan bahwa dalam isu keamanan dan solusi atas krisis di kawasan, keduanya tidak ingin mundur dalam menghadapi hegemoni Amerika Serikat.

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tingggi Keamanan Nasional Iran dalam wawancara dengan The Institute for Iran-Eurasia Studies (IRAS) pada Juni 2017 mengatakan, mempertahankan koalisi Iran dan Rusia adalah penting mengingat perubahan dalam persamaan strategis dan keamanan.

Yang pasti, transformasi regional dan internasional mengharuskan kerjasama Iran dan Rusia untuk ditingkatkan. Anton Khlopkov, Direktur Pusat Studi untuk Energi dan Keamanan Rusia meyakini bahwa untuk mencapai level hubungan strategis, kedua negara harus mengambil langkah-langkah baru dalam hubungan ini.

Kini di bidang pertahanan, telah terbentuk level hubungan strategis dan pernyataan terbaru Menhan Iran telah menegaskan poin tersebut.(RA)

Dec 10, 2017 16:29 Asia/Jakarta
Komentar