• Rahbar Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Rahbar Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Ketika seseorang merujuk pada riwayat-riwayat terkait Fathimah Zahra as yang dikeluarkan oleh para imam maksum as, ketika melihat bahasa para maksum kepada beliau sedemikian hormat dan tawadhu, maka bagi yang tidak tahu akan ketinggian posisi Fathimah Zahra as, akan membuatnya takjub.

Mulai dari Rasulullah Saw sendiri yang merupakan ayahnya, sampai Amirul Mukiminin as yang merupakan suaminya dan sampai pada anak-anaknya  - para imam maksum as – masing-masing berbicara tentang Zahra Athhar as dan menjelaskannya dengan bahasa penghormatan dan pujian. Ini menunjukkan akan ketinggian kedudukannya yang tidak bisa dijelaskan dan pada hakikatnya beliau “Ummul Amimmah an-Nujaba’” yang punya derajat yang tinggi dari sisi spiritual dan malakuti tidak bisa dirasakan oleh pikiran kita yang lemah dan kita hanya bisa memahaminya setetes sesuai dengan pemahaman kita sendiri. (dalam pertemuan dengan para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 28/10/1368)

Usaha Keras Akal Cerdas Dan Lisan Yang Fasih Untuk Memahami Sebagian Manakib Sayidah Fathimah Zahra as

Akal yang cerdas dan lisan yang fasih harus berusaha keras dalam upaya memahami sebagian keutamaan dan manakib Fatimah Zahra as.

Posisi Fathimah Zahra as hanya bisa disampaikan dalam bentuk kata-kata oleh akal cerdasnya orang-orang besar, orang-orang yang berpikir jernih, lisannya para pembicara, penyair yang paling fasih dan paling baligh dan dalam bentuk syair dan kata-kata yang teratur dengan semangat yang paling tinggi dan seni yang paling indah para seniman dan penyair. Dengan demikian,  mungkin pikiran manusia biasa saat ini dan kita yang jauh dari makarif ilahi dan tidak bisa memahami hakikat yang tinggi dalam pikiran dan hati serta jiwa kita, akan mampu memahami sebagian dari keutamaan dan kelebihan serta manakib beliau. (dalam pertemuan dengan para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 28/10/1368)

Fathimah Zahra as: Pribadi Yang Tidak Bisa Dipahami Dan Tidak Berakhir

Terkait Fathimah Zahra as, apapun yang kita katakan, tetap bukan apa-apa dan pada hakikatnya kita tidak tahu apa yang harus kita katakan dan apa yang harus kita pikirkan. Wujud Haura Insiyah, Ruh Mujarrad dan kesimpulan nubuwah dan wilayah ini bagi kita sangat luas dan tidak berakhir dan tidak bisa dipahami dan pada hakikatnya membuat kita terperangah. (dalam pertemuan dengan para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 3/9/1373)

Kemarahan Fathimah Adalah Kemarahan Allah

Rasulullah Saw punya seorang putri yang bernama Fathimah dan semua orang muslim tahu bahwa pada waktu itu Rasulullah Saw bersabda, “Innallaha layaghdhabu lighadhabi fathimata wa yardha liridhaha.” (Biharul Anwar, jilid 43, hal 19) Bila seseorang membuat Fathimah marah, maka dia telah membuat Allah marah. “Wa yardha liridhaha” bila seseorang menggembirakannya, maka dia telah menggembirakan Allah. Lihatlah betapa agung kedudukan wanita ini, sehingga Rasulullah Saw berbicara seperti ini di depan orang-orang, di hadapan umum. Masalah ini bukan masalah biasa. (dalam khutbah salat Jumat Tehran, 18/2/1377)

Usaha Selama Berabad-Abad Usaha Orang-Orang Syiah Untuk Mengenal Sayidah Zahra as

Yang mulia! Keagungan Fathimah Zahra as tampak nyata dalam kehidupannya. Masalahnya adalah apa yang kita ketahui tentang Fathimah Zahra as? Ini satu pembicaraan. Pada dasarnya, para pecinta Ahlul Bait as selama ini berusaha semampunya untuk mengenal hak putri Rasulullah Saw, Fathimah Zahra as. tidak seorang pun berpikir bahwa beliau begitu mulia di hati dan indah di mata hanya di masa kita. Sebelumnya juga demikian. Saat ini alhamdulillah, periodenya adalah periode islami. Periode pemerintahan al-Quran. Periode pemerintahan Alawi dan pemerintahan Ahlul Bait as. Apa yang ada di dalam hati juga bisa disampaikan dengan lisan. Universitas Islam di dunia Islam yang paling kuno, terkait pada abad ketiga dan keempat dengan nama Fathimah Zahra as. Nama universitas terkenal “al-Azhar” di Mesir diambil dari nama Fathimah Zahra as. sebelumnya pada zaman dulu mereka mendirikan universitas dengan nama Fathimah Zahra as. Bahkan para khalifah Fathimy yang menguasai Mesir adalah Syiah. Berabad-abad lamanya Syiah berusaha untuk mengenal hak beliau ini. (dalam pertemuan dengan para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 3/9/1373)

Kesimpulan Nubuwah Dan Wilayah

Sayidah Fathimah Zahra as adalah kesimpulan nubuwah dan wilayah dan memiliki kepribadian yang begitu tinggi, dimana manusia tidak bisa memahami keagungan dan keluasannya. Kedudukan dan derajat beliau sedemikian rupa sehingga orang-orang yang tidak punya hubungan akrab dengan beliau, tetap memujinya. (dalam pertemuan dengan para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 3/9/1373) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan II, Olgou-ye Zan Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Uzhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami.

Jan 02, 2018 20:41 Asia/Jakarta
Komentar