• Presiden Trump dan para pembantunya bertemu di Oval Office Gedung Putih.
    Presiden Trump dan para pembantunya bertemu di Oval Office Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) tidak dapat dinegosiasikan ulang dan Amerika Serikat harus memenuhi kewajibannya.

Ia menyampaikan hal dalam menanggapi tuntutan Presiden Donald Trump, yang keluar dari kerangka kesepakatan.

Seperti dikutip IRNA, Zarif dalam sebuah tweet pada Jumat (12/1/2018) malam menulis, "Kebijakan Trump dan pernyataannya pada Jumat malam (waktu Tehran) adalah upaya ambisius untuk merongrong sebuah kesepakatan multilateral yang solid, di mana disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)."

"JCPOA tidak dapat dinegosiasikan ulang. Untuk itu, AS – seperti Iran – harus memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan, daripada mengulangi retorika-retorika usang," tegasnya.

Presiden Trump telah memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran meski menyuarakan ketidakpuasan terhadap perjanjian nuklir tersebut.

Namun, Departemen Keuangan AS justru menambahkan 14 individu dan entitas ke daftar sanksinya dengan alasan pelanggaran hak asasi manusia dan terlibat program rudal Iran. (RM)

Jan 13, 2018 04:32 Asia/Jakarta
Komentar