• Deplu Iran
    Deplu Iran

Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran di statemen resminya menyatakan, presiden Amerika meski telah berusaha selama satu tahun untuk merusak kesepakatan nuklir, kali ini kembali terpaksa memperpanjang program-program yang dibutuhkan di JCPOA.

Deplu Iran Jumat (12/1) seraya merilis statemen resmi menjelaskan, pengokohan internal JCPOA dan dukungan internasional terhadap kesepakatan ini telah menutup upaya presiden AS, Israel dan sekutu radikal mereka untuk membatalkan kesepakatan ini atau melakukan sejumlah perubahan.

JCPOA

Di statemen ini dijelaskan, presiden AS ketika terus menerapkan langkah-langkah permusuhan terhadap bangsa Iran dan terus mengulang ancamannya, tapi ia tetap tidak mampu melaksanakan ancamannya tersebut.

Deplu Iran seraya mengecam ancaman Amerika dan penambahan sejumlah tokoh baru di list sanksi, menyatakan, Republik Islam Iran bersama anggota JCPOA lainnya dan masyarakat internasional berulang kali menekankan bahwa kesepakatan nuklir sebuah dokumen valid internasional dan tidak dapat dinegosiasikan ulang.

"Republik Islam Iran tidak akan melakukan langkah lebih dari komitmennya di JCPOA, dan tidak akan menerima setiap perubahan di kesepakan nuklir ini baik sekarang maupun masa depan. Iran juga tidak akan mengijinkan JCPOA dikaitkan dengan isu lain," tegas statemen Deplu Iran.

Trump dan Iran

Statemen ini menjelaskan, pemerintah Amerika seperti anggota JCPOA lainnya berkewajiban melaksanakan seluruh komitmen mereka dan jika mereka enggan melaksanakannya dengan alasan palsu, maka mereka harus menerima dampaknya secara penuh.

Presiden AS Donald Trump sampai kini telah dua kali menandatangani penangguhan sanksi nuklir Iran dan kali ini meski ia tidak puas dengan kesepakatan nuklir tersebut, terpaksa memperpanjang penangguhan sanksi anti Iran. (MF)

Tags

Jan 13, 2018 15:28 Asia/Jakarta
Komentar