• Rouhani dan Erdogan
    Rouhani dan Erdogan

Presiden Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan ancaman regional terhadap kepentingan Tehran dan Ankara, dan menyerukan peningkatan hubungan bilateral di semua sektor.

Hal itu dikemukakan Rouhani dalam percakapan telepon pada hari Kamis (08/2/2018) dengan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, seraya mengatakan bahwa menggunakan mata uang nasional dalam transaksi ekonomi dapat mempercepat hubungan Tehran-Ankara.

Rouhani juga menekankan bahwa hubungan Iran-Turki harus mencapai tingkat strategis di segala bidang.

"Banyak ancaman di kawasan yang membahayakan kepentingan kedua negara dan negara-negara Muslim lainnya. Mengingat perspektif sangat dekat kedua negara dalam isu regional dan global, maka kerja sama dan konsultasi politik bersama harus dilanjutkan," tutur Rouhani.

Presiden Iran lebih lanjut menggarisbawahi pentingnya peningkatan hubungan trilateral antara Iran, Turki dan Rusia, serta menyambut pertemuan yang akan digelar di Istanbul melibatkan presiden ketiga negara itu terkait krisis Suriah.

Sebelumnya, mereka mengadakan pertemuan serupa di resor Sochi di Laut Hitam, pada November lalu.

Iran, Turki dan Rusia adalah tiga negara penjamin gencatan senjata di Suriah. Ketiganya telah memediasi proses perdamaian sejak Januari 2016 antara pihak-pihak yang bertikai dalam perundingan di Astana, Kazakhstan.

Selama percakapan telepon pada hari Kamis, Erdogan mendesak pengokohan hubungan antara Turki dan Iran di semua bidang.

Ditekankannya bahwa ancaman regional baru menunjukkan pentingnya kerja sama yang erat antara kedua negara, seraya menegaskan kembali perluasan kerja sama keamanan bilateral dan koalisi anti-terorisme.

Presiden Turki juga mengundang Rouhani menghadiri pertemuan di Istanbul terkait krisis Suriah.(MZ)

Feb 09, 2018 06:13 Asia/Jakarta
Komentar