• Kemenangan Revolusi Islam Iran
    Kemenangan Revolusi Islam Iran

Revolusi Islam Iran memiliki keunikan tersendiri. Persatuan nasional dan kejayaan Islam yang menjadi pondasi pemerintahan universal Imam Mahdi af merupakan variabel penting dari revolusi ini.

Rakyat memainkan peran utama dalam kemenangan Revolusi Islam Iran dengan dipimpin oleh Imam Khomeini ra. Rakyat dengan sangat baik mempertontonkan apa itu persatuan nasional. Revolusi Islam Iran berhasil mewujudkan perubahan besar di negara Islam dan menjadi perhatian sebagai teladan persatuan nasional.

Sekaitan dengan hal ini, Mamusta Niyazi Hooramani, Penasihat Persatuan Patriotik Kurdistan Irak hari Kamis (8/2) menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Revolusi Islam dan menjelaskan, "Revolusi Islam Iran adalah revolusi yang harus dibanggakan. Karena berhasil mengembalikan kejayaan dan kebanggaan umat Islam."

Imam Khomeini ra

Dengan  kemenangan Revolusi  Islam, Republik Islam Iran di kancah luar negeri menekankan peran persatuan dan kejayaan Islam, dan menilai solusi masalah terkini dunia Islam ada pada persatuan hakiki. Persatuan mampu meningkatkan kejayaan Islam berkali-kali lipat. Oleh karenanya, musuh-musuh selalu melakukan konspirasi untuk menciptakan perpecahan di dunia Islam, sehingga dapat mempengaruhi keyakinan pasti akan kemunculan Imam Mahdi af.

Demi menciptakan persatuan yang diinginkan, prioritas pertamanya adalah mengajak umat Islam untuk menyadari kekuatan dan keagungan mereka. Pentingnya masalah ini, sebagaimana disampaikan para ulama, hanya dapat terealisasikan dengan bersandarkan pada pemikiran Mahdiisme, yang sejatinya merupakan pemberi kabar gembira akan kejayaan umat Islam di dunia.

Sekaitan dengan hal ini, Imam Khomeini tentang menghidupkan kembali budaya Mahdiisme dan penantian sebagai pilar penting terwujudnya identitas Islam, menegaskan, "Menanti kemunculan Imam Mahdi af adalah menanti kekuatan Islam dan kita harus berusaha agar kekuatan Islam dapat terealisasi di dunia dan menyiapkan pengantar bagi kemunculan Imam Mahdi af, Insyaallah."

Pada kesempatan yang lain, Imam Khomeini ra berkata, "Revolusi rakyat Iran merpakan titik awal revolusi besar dunia Islam di bawah bendera Imam Mahdi af, jiwa kita sebagai tebusannya."

Rentang dan ufuk aktivitas Revolusi Islam tidak terbatas di Iran saja dan mencakup seluruh umat Islam. Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, "Kita memiliki risalah. Iran yang Islam dan muslim memiliki risalah yang lebih dari apa yang sudah disampaikan. Bukan berarti kita punya keinginan untuk melakukan penaklukan dan menguasai negara lain. Tidak demikian! Tidak mungkin benak seorang muslim akan memikirkan hal yang demikian, ingin menaklukkan negara lain. Tapi yang menjadi masalah adalah risalah di hadapan manusia."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Kini, urgensi persatuan dan kejayaan Islam menjadi sangat dibutuhkan dari hari-hari sebelumnya. Konspirasi pembentukan beragam kelompok Takfiri di kawasan Asia Barat, bertujuan agar negara-negara Islam terlibat pertikaian di antara mereka sendiri. Masalah ini membuat dunia Islam dijauhkan dari tujuan asli mereka.

Republik Islam Iran sebagai negara yang tidak ingin dunia Islam menjadi demikian, tidak diam menyaksikan kenyataan ini dan memainkan peran dalam memerangi kelompok Takfiri yang diciptakan oleh musuh-musuh dunia Islam. Sikap ini berangkat dari risalah universal Revolusi Islam Iran.

Tags

Feb 09, 2018 16:39 Asia/Jakarta
Komentar