Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan Sergei Ryabkov, mitranya dari Rusia, bertemu di Tehran, Rabu (14/2/2018) untuk membahas isu-isu bilateral dan perkembangan pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Soal implementasi JCPOA dan pernyataan para pejabat Amerika Serikat dalam hal ini, Araqchi mengatakan, interaksi pihak lain dengan AS tidak penting bagi Iran, namun sikap Tehran adalah bahwa JCPOA harus dilaksanakan tanpa pengurangan atau penambahan sepatah kata pun.

"JCPOA mustahil dirundingkan ulang, dan posisi Iran, Rusia, Cina dan tiga negara Eropa sudah jelas mengenai masalah ini," tegasnya.

Araqchi menekankan bahwa mustahil untuk membuka negosiasi ulang, revisi JCPOA dan penambahan apapun atau setiap istilah lain.

"JCPOA adalah sebuah perjanjian internasional untuk semua negara yang terlibat di dalamnya. Kesepakatan ini telah menjadi perjanjian internasional melalui resolusi Dewan Keamanan PBB," pungkasnya.

Rusia, lanjutnya, adalah salah satu pendukung utama JCPOA dan telah memberikan kontribusi besar selama proses perundingan dan pelaksanaan kesepakatan nuklir.

"Kami berharap konsultasi kedua negara di berbagai level akan menjamin kepentingan Iran dan Rusia," kata Araqchi.

Wakil Menlu Rusia mengunjungi Tehran untuk mengikuti konsultasi berkala antara Republik Islam Iran dan Rusia. (RM)

Feb 14, 2018 20:26 Asia/Jakarta
Komentar