• helikopter Iran di pegunungan Dena
    helikopter Iran di pegunungan Dena

Evakuasi korban pesawat Aseman Airlines yang jatuh di pegunungan Dena, ke salah satu posko pendakian, segera dimulai.

Shahin Fathi, Kepala Tim Penyelamatan, Organisasi Bulan Sabit Merah Iran, Selasa (20/2) mengatakan, evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat Aseman Airlines ditunda hingga hari Rabu (21/2).

Ia menjelaskan, saat ini tim Bulan Sabit Merah Iran yang dibantu tim penyelamat daerah di lokasi kejadian sedang mengumpulkan jenazah korban dan dikarenakan helikopter tidak mungkin mencapai lokasi, maka tim penyelamat daerah tetap tinggal dan besok, Rabu (21/2) bersamaan dengan penambahan jumlah tim penyelamat, proses evakuasi akan dimulai.

Helikopter milik Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran adalah yang pertama kali menemukan keberadaan puing-puing bekas pesawat Aseman Airlines yang jatuh di pegunungan Dena yang memiliki ketinggian sekitar 4.000 meter itu.

lokasi jatuhnya pesawat Aseman Airlines

Jalal Pouran Fard, Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Kohgiluyeh va Boyer-Ahmad, barat daya Iran mengatakan, tim dokter pemerintah dan kelompok penyelamat lainnya sudah berada di lokasi kejadian dan tengah mengidentifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat.

Esmail Najjar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Iran menuturkan, kami berupaya membawa seluruh jenazah dan puing pesawat ke bawah secepat mungkin.

Brigjen Nozar Nemati, Deputi Komandan Angkatan Darat Iran mengatakan, partisipasi tentara Iran dalam proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Aseman Airlines akan terus dilakukan selama dibutuhkan.

Sebuah pesawat penumpang ATR milik perusahaan penerbangan Iran, Aseman Airlines, Ahad (18/2) jatuh di pegunungan Dena setelah lepas landas dari bandara Mehrabad, Tehran menuju Yasuj, barat daya Iran. Pesawat itu mengangkut 66 penumpang dan awak. (HS)

Tags

Feb 21, 2018 04:14 Asia/Jakarta
Komentar