• Jubir Kemlu RII, Bahram Ghasemi.
    Jubir Kemlu RII, Bahram Ghasemi.

Juru bicara kementerian luar negeri Republik Islam Iran mereaksi klaim menlu Perancis yang mengatakan bahwa Iran memiliki banyak senjata di Yaman.

"Republik Islam Iran tidak memilik peran apa pun dalam krisis Yaman, sementara agresi militer Arab Saudi ke Yaman berlanjut dengan bantuan senjata Perancis," kata Bahram Ghasemi pada hari Rabu (7/3/2018).

 

Sebelumnya, Menlu Perancis Jean Yves Le Drian dalam pertemuan Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen negara ini pada hari Selasa tidak bersedia menjawab pertanyaan tentang mengapa Paris menjual senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk menyerang Yaman. Ia justru menghindar dan mengatakan bahwa Iran memiliki banyak senjata di Yaman.

 

Menanggapi statemen tersebut, Ghasemi menegaskan bahwa Iran tidak memiliki peran apapun dalam krisis di Yaman dan semua mengetahui bahwa Yaman dalam kondisi diblokade penuh oleh pasukan agresor.

 

"Krisis Yaman dimulai dengan agresi militer Arab Saudi dan krisis ini berlanjut dengan bantuan persenjataan Perancis dan sejumlah negara trans-regional," pungkasnya.

 

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari AS dimulai sejak 26 Maret 2015. Invasi militer ini telah menghancurkan infrastruktur vital Yaman seperti: rumah sakit, sekolah, pasar, pelabuhan, bandara, jaringan air dan fasilitas publik lainnya. Blokade pasukan agresor Arab Saudi juga semakin menambah penderitaan rakyat Yaman.

 

Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman telah mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.

 

Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga hari keseribu dari serangan ini telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. (RA/PH)

 

Tags

Mar 08, 2018 19:39 Asia/Jakarta
Komentar