• Wapres RII, Eshaq Jahangiri.
    Wapres RII, Eshaq Jahangiri.

Wakil presiden Republik Islam Iran mengatakan, guncangan terpenting terhadap ekonomi Iran adalah sanksi yang diberlakukan oleh kekuatan-kekuatan arogan dunia dan Barat dengan berbagai dalih palsu.

Eshaq Jahangiri mengungkapkan hal itu dalam sebuah acara di Tehran, ibukota Iran, Minggu (11/3/2018). Ia menyebut implementasi Ekonomi Muqawama (Ekonomi Resistensi) sebagai salah satu pembahasan dalam agenda pemerintah.

 

"Tujuan pelaksanaan Ekonomi Muqawama adalah mengantarkan ekonomi Republik Islam Iran ke tahap ketahanan, sehingga tidak goyah ketika menghadapi guncangan asing," imbuhnya.

 

Jahangiri lebih lanjut menyinggung pemberlakuan sanksi Barat terhadap Iran dengan dalih-dalih palsu.

 

Wapres Iran itu menuturkan, melalui implementasi Ekonomi Muqawama, ekonomi Iran akan terjaga dari dampak pemberlakuan sanksi oleh Barat dan bahkan bisa melewati embargo tersebut.

 

"Dengan argumentasi, logika dan dialog, para pejabat Republik Islam Iran berusaha untuk mencegah Barat dan Amerika Serikat melakukan setiap tindakan yang mereka inginkan," ujarnya.

 

Jahangiri menjelaskan, Iran sedang berusaha untuk menciptakan kondisi internasional yang anti-AS dan mengorganisir opini publik untuk menghadapi sanksi-sanksi Barat.

 

Ekonomi Muqawama adalah metode untuk menghadapi sanksi ekonomi sehingga negara tidak bergantung pada asing terutama di sektor kebutuhan-kebutuhan dasar dan strategis. (RA)

 

Mar 11, 2018 17:45 Asia/Jakarta
Komentar