• Hassan Rouhani, Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin
    Hassan Rouhani, Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin

Kepala-kepala negara Turki, Rusia dan Iran dalam babak baru perundingan segitiga dengan fokus pada masalah Suriah berkumpul di Ankara pada hari Rabu (4/4).

Agenda KTT Ankara yang dihadiri Recep Tayyip Erdogan, Vladimir Putin dan Hassan Rouhani, rencananya akan membicarakan sejumlah masalah penting Suriah seperti gencatan senjata, integritas teritorial dan pelanggaran yang terjadi atas teritorial Suriah.

Sidang segi tiga menteri-menteri luar negeri Iran, Rusia dan Turki soal Suriah telah berlangsung hari Selasa di Ankara.

Pada dasarnya, KTT Ankara merupakan kelanjutan perundingan Astana soal Suriah yang diselenggarakan di kota Sochi, Rusia pada bulan November 2017. Inisiatif Tehran, Moskow dan Ankara mampu menyukseskan dua tujuan strategis; menghadapi Daesh (ISIS) dan menciptakan sarana dialog bagi kelompok-kelompok Suriah demi meraih solusi politik.

Hassan Rouhani, Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin

Pakar Rusia urusan negara-negara Arab dan analis di Pusat Orientalis Rusia soal urgensi upaya ini mengatakan, tujuan dari menindaklanjuti perundingan Astana adalah memastikan keberhasilan pemerintah Suriah di medan pertempuran bagi pihak-pihak lain seperti Amerika yang dapat membantu dalam perundingan Jenewa.

Kini skenario segi tiga Amerika, Arab Saudi dan Zionis Israel untuk mengubah kekuasaan di Suriah lewat poros Daesh telah gagal, sementara strategi regional dan internasional telah membuktikan pengaruhnya untuk mengembalikan keamanan di Suriah dan Irak. Sekaitan dengan hal ini, kerjasama Iran, Rusia dan Turki dengan dukungan PBB telah mempersiapkan kemungkinan menggunakan solusi-solusi regional di Suriah.

Nilai strategi dari perundingan ini adalah mampu fokus pada kerjasama regional dalam kerangka peran para pemain kawasan yang pada gilirannya menciptakan keamanan kolektif jangka panjang.

Irina Zvyagelskaya, dosen Pusat Studi Oriental di Universitas Hubungan Internasional Rusia mengatakan, dengan kerjasama Iran, Rusia dan Turki, muncul proses perundingan damai Astana yang mampu menciptakan empat daerah deeskalasi tensi di Suriah dan diberlakukannya gencatan senjata serta distribusi bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah.

Dalam sebuah evaluasi umum dapat dikatakan bahwa KTT Ankara petanda berlanjutnya kemajuan demi menyelesaikan krisis Suriah.

Sergey Baburin, mantan Deputi Duma Rusia dan analis senior masalah internasional mengatakan, para teroris sekarang telah kehilangan posisinya di Suriah akibat dari upaya Moskow, Tehran dan Ankara.

Hassan Rouhani dan Vladimir Putin

Pemaksaan perang dan instabilitas selama tujuh tahun bagi Suriah dengan dukungan finansial dan persenjataan Arab Saudi dan Amerika terhadap kelompok-kelompok teroris dan Daesh menunjukkan tujuan Amerika, Israel, Arab Saudi dan sebagian kelompok regional yang ingin memecah belah Suriah serta berusaha mengalahkan kelompok Muqawama, tapi konspirasi ini gagal total.

Kini keberhasilan upaya untuk menyelesaikan krisis Suriah dalam kerangka politik-keamanan bersama regional merupakan capaian penting yang dapat mempersiapkan kondisi yang kondusif bagi dimulainya perundingan dalam kerangka kesepahaman nasional dan pengambilan keputusan berdasarkan suara rakyat Suriah.

Tags

Apr 04, 2018 17:50 Asia/Jakarta
Komentar