• Iran mengganti dolar AS dengan Euro untuk transaksi perdagangan luar negeri.
    Iran mengganti dolar AS dengan Euro untuk transaksi perdagangan luar negeri.

Sebuah media Rusia menulis bahwa perdagangan dengan menggunakan mata uang yuan, euro, dan rubel dengan Iran, bisa mengakhiri dominasi dolar AS.

Situs Sputniknews dalam sebuah laporan hari Kamis (17/5/2018) menambahkan, AS akan berada pada kondisi yang buruk dengan menerapkan kembali sanksi anti-Iran, karena investor Cina dan Eropa sudah berusaha untuk menghindari pembatasan AS.

Perdagangan pertama minyak dengan yuan terjadi di Shanghai International Energy Exchange pada 26 Maret dan peran global euro bisa berfungsi sebagai pengubah permainan yang direncanakan Trump.

Sementara itu, negara-negara anggota Uni Eropa sedang mencari cara untuk mengurangi risiko sehubungan dengan penerapan kembali sanksi anti-Iran, karena keputusan Trump akan membahayakan perdagangan tahunan Uni Eropa-Iran senilai 20 milia euro.

Menurut France 24, beberapa negara Eropa telah melakukan langkah-langkah untuk menghindari sanksi anti-Iran sejak Januari 2018.

Skema penggunaan yuan, euro, yen, dan rubel untuk perdagangan luar negeri melalui bank-bank milik negara atau swasta bisa menjadi akhir dari sanksi AS, yang dipakai untuk menghukum negara-negara lain. (RM)

Tags

Mei 17, 2018 15:45 Asia/Jakarta
Komentar