• Wamenlu RII untuk Urusan Hukum dan Internasional Sayid Abbas Araqchi.
    Wamenlu RII untuk Urusan Hukum dan Internasional Sayid Abbas Araqchi.

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Urusan Hukum dan Internasional Sayid Abbas Araqchi mengatakan Iran belum sampai pada keputusan bahwa apakah akan tetap dalam perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) atau tidak.

"Kelanjutan kehadiran Republik Islam Iran dalam JCPOA tergantung pada  komitmen Eropa," kata Araqchi dalam pernyataannya pada hari Jumat (25/5/2018) sebelum dimulainya pertemuan Komisi Bersama JCPOA di Wina, seperti dilansir Mehr News.

 

Araqchi yang juga menjabat sebagai ketua penanganan pelaksanaan JCPOA itu menambahkan, Eropa harus menjelaskan kepada Iran bahwa jika sanksi-sanksi terhadap Tehran dipulihkan, maka kira-kira bagaimana mereka bisa menjamin kepentingan Iran dalam JCPOA.

 

Pertemuan Komisi Bersama JCPOA akan digelar di Wina pada hari ini, Jumat, dengan partisipasi perwakilan dari Iran, Inggris, Jerman, Perancis, Cina dan Rusia serta wakil kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa.

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Mei 2018 mengumumkan keluar dari JCPOA dan akan memulihkan sanksi-sanksi terhadap Iran dalam jangka waktu 3-6 bulan ke depan. Keputusan Trump ini menuai kecaman luas dari kalangan internal AS dan internasional.

 

Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Jerman dan Uni Eropa sebagai pihak-pihak yang terlibat dalam JCPOA mengumumkan kelanjutan dukungan kepada perjanjian nuklir ini. (RA)

 

 

Mei 25, 2018 18:25 Asia/Jakarta
Komentar