• Wakil Komandan Pasdaran, Brigadir Jenderal Hossein Salami.
    Wakil Komandan Pasdaran, Brigadir Jenderal Hossein Salami.

Wakil Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) Brigadir Jenderal Hossein Salami mengatakan, kemampuan rudal Iran tidak dapat dinegosiasikan dan tidak ada seorang pun yang mampu merampas kemampuan pertahanan kami.

Salami menegaskan hal itu dalam sebuah penyataan pada Senin (28/5/2018) petang. Dia menegaskan pentingnya untuk menjaga dan mengembangkan kemampuan pertahanan rudal Iran.

 

Wakil Komandan Pasdaran itu juga menyebut permintaan terbaru Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo kepada Iran untuk menghentikan program rudal negara ini sebagai memalukan.

 

"Kemampuan rudal Republik Islam Iran tidak bisa dirundingkan dan kami bertekad untuk menjaga dan mengembangkannya," tegas Salami seperti dikutip IRNA.

 

Dia menambahkan, hari ini kami telah sampai kepada tingkat kekuatan pertahanan, di mana menlu AS dalam permintaannya yang keterlaluan mengatakan bahwa Iran harus menghentikan pengembangan rudal-rudal balistiknya, yang berarti bahwa AS tidak mampu melakukan pekerjaan ini sendirian.

 

Di bagian lain pernyataannya, Salami menyinggung tuduhan AS tentang intervensi Iran di negara-negara kawasan.

 

"Republik Islam Iran tidak akan meninggalkan kehadiran dan pengaruhnya di negara-negara kawasan, sebab, ini bukan pengaruh fisik, namun ini adalah keyakinan dan logika Islam, yang berpengaruh di negara-negara kawasan," jelasnya.

 

Menurut Wakil Komandan Pasdaran, penyebab permusuhan dunia Barat terhadap Iran adalah meningkatnya kemampuan negara ini di berbagai bidang di tengah-tengah tekanan hebat kekuatan-kekuatan arogan, sehingga menjadi model bagi negara-negara regional.

 

Salami menganggap meningkatnya ancaman para pejabat Gedung Putih terhadap Iran dan keluarnya AS dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) sebagai tidak penting.

 

"Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan tekanan terhadap Republik Islam Iran, namun pengalaman 40 tahun Revolusi Islam menunjukkan bahwa rakyat Iran tidak pernah menganggap ancaman ini," pungkasnya.

 

Menlu AS pada hari Senin mengulang kembali tuduhan tidak berdasar terhadap Iran dan mengancam untuk menambah sanksi terhadap negara ini.

 

Dia juga menyampaikan 12 syarat termasuk pembongkaran instalasi uranium dan pencegahan atas pengaruh Iran di kawasan. (RA)

 

Tags

Mei 29, 2018 16:10 Asia/Jakarta
Komentar