Jun 08, 2018 18:32 Asia/Jakarta
  • Ali Larijani, Ketua Parlemen Republik Islam Iran
    Ali Larijani, Ketua Parlemen Republik Islam Iran

Ketua Parlemen Republik Islam Iran dalam pidatonya di pawai akbar Hari Quds Sedunia di Tehran mengatakan, hari ini Muqawama dan kebangkitan bangsa Palestina telah menimbulkan keprihatinan besar dari rezim Zionis dan mereka telah menyadari bahwa mereka memiliki keamanan yang goyah.

Ali Larijani menjelaskan bahwa perubahan saat ini rezim Zionis dikarenakan peningkatan kekuatan Muqawama dan kebangkitan umat Islam.

"Kekhawatiran rezim Zionis semakin hari semakin bertambah dan kehadiran penuh semangat rakyat Iran dalam pawai Hari Quds Sedunia menandai dukungan Iran terhadap bangsa Palestina yang tertindas," ungkap Larijani.

Pawai Hari Quds Sedunia di Tehran

Ketua Parlemen Iran menilai tujuan Amerika Serikat dan rezim Zionis menekan Iran guna mengalihkan perhatian opini publik dunia dari masalah Palestina.

"Pawai 'Hak Kembali" warga Palestina baru-baru ini berhasil mengganggu rezim Zionis, meskipun ada sekitar 200 warga gugur syahid dan ribuan orang yang terluka," tambah Larijani.

Larijani kemudian memperingatkan tritunggal AS, rezim Israel dan Saudi tentang penerapan tekanan dan ancaman terhadap Iran seraya menekankan, rezim Israel dan Arab Saudi adalah sumber kekacauan di kawasan dan jika mereka meminggirkan Iran, keamanan mereka sendiri akan terancam.

Larijani menyebut bangsa Iran selalu menjadi pelopor dalam mendukung penuh Palestina.

"Situasi saat ini di kawasan menunjukkan Muqawama telah meraih kekuatan dan rencana normalisasi telah tersampingkan sementara kelompok Muqawama menjadi satu-satunya solusi bagi Palestina," tutur Larijani.

Ketua Parlemen Iran menyinggung rencana Amerika yang diberi nama "Kesepakatan Abadi" dan mengatakan, Amerika harus tahu mereka terkena kantuk berat. Karena masalah rakyat Palestina bukan uang dan dengan uang tidak dapat memusnahkan kemuliaan, kecintaan dan kebergantungan terhadap tanah air.

Pawai Hari Quds Sedunia di Tehran

Ali Larijani juga tidak lupa menyinggung masalah permintaan memalukan rezim Zionis kepada Amerika agar dataran tinggi Golan diakui milik Israel.

"Mereka ingin memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk melemahkan Muqawama Hizbullah dan Palestina serta membuat kondisi alternatif bagi Muqawama Palestina," pungkas Larijani. 

Tags

Komentar