• Bahram Ghassemi, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Bahram Ghassemi, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi deklarasi KTT NATO dan mengatakan, ekspresi kekhawatiran NATO yang tidak perlu tentang program rudal Iran tentu saja tidak akan berpengaruh pada kebijakan Republik Islam Iran untuk mempertahankan, mengembangkan dan memperkuat kemampuan pertahanan rudalnya.

Kepala-kepala negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada pertemuan hari Rabu (11/7) dalam sebuah deklarasi menyatakan keprihatinan mereka terkait langkah-langkah regional dan program rudal Iran.

KTT NATO

Bahram Ghassemi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Kamis (12/7) menambahkan, negara-negara anggota NATO yang tak diragukan lagi memiliki laporan berulang dan kontinyu dari Badan Energi Atom Internasional soal kepatuhan Iran dengan komitmennya. Oleh karenanya, ketimbang ingin menggembirakan Amerika Serikat, justru harus mengkhawatirkan satu anggotanya yang tidak mematuhi komitmen internasional dalam berbagai isu termasuk Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

"Program rudal Republik Islam Iran bukan hanya tidak melanggar resolusi 2231, bahkan sepenuhnya konvensional dan untuk kepentingan pertahanan. Iran, seperti semua negara merdeka di dunia, berhak untuk memiliki program pertahanan militer konvensional untuk membela kepentingan rakyat dan negaranya," ujar Jubir Kemenlu Iran.

Mengenai peran Republik Islam Iran di kawasan, Ghassemi mengatakan, Iran selalu menyerukan kerjasama dan dialog regional dengan negara-negara tetangganya serta akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan dialog-dialog dengan negara-negara tetangganya dalam bentuk apapun.

"Sebelum beberapa negara anggota NATO membentuk pasukan koalisi formalitas dan tidak efektif untuk melawan terorisme, sementara teroris dikirim ke Timur Tengah dari sebagian negara-negara ini, Republik Islam Iran dengan kebijakan dan upaya keras telah melawan teroris terlatih dan ekspor ini. Akhirnya, Iran memainkan peran efektif mengakhiri kedaulatan teritorial kelompok teroris berbahaya seperti Daesh di kawasan," pungkas Ghassemi.(SL)

Jul 13, 2018 03:42 Asia/Jakarta
Komentar