• Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani
    Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani merespon pernyataan Amerika Serikat yang ingin mencegah ekspor minyak Iran.

"Republik Islam Iran tidak memiliki perselisihan dan perang dengan siapa pun, namun musuh harus mengetahui dengan baik bahwa perang dengan Iran akan menjadi ibu dari semua perang dan perdamaian dengan negara ini akan menjadi ibu dari semua perdamaian," kata Rouhani dalam pertemuan dengan para pemimpin misi diplomatik Iran di negara-negara dunia di Tehran, ibu kota Iran, Minggu (22/7/2018).

 

Dia menegaskan bahwa Iran bukan negara agresor dan negara ini mengejar pencegahan. Meski demikian, Rouhani menanggapi tegas pernyataan para pejabat AS yang ingin mencegah seluruh ekspor minyak Iran.

 

"Presiden AS (Donald Trump) harus mengetahui bahwa Iran sepanjang sejarah telah menjadi penjamin keamanan jalur perairan di kawasan, dan Tuan Trump.. Anda jangan bermain dengan ekor singa, sebab, respon Iran akan membuat menyesal," tegasnya.

 

Rouhani juga menyinggung kebijakan rasis para pejabat Gedung Putih dan mengatakan, hari ini pemerintah AS telah dengan jelas mengabaikan rasa hormat dan martabat umat Muslim dan memerangi posisi al-Quds al-Sharif yang berada di hati umat Islam serta mengumumkan perang dengan 1,5 miliar umat Islam demi menyenangkan rezim penjajah (Zionis Israel).

 

Presiden Iran menuturkan, rezim Zionis berkuasa atas dasar agresi, pendudukan, pengkhianatan, pengusiran dan pembantaian anak-anak, perempuan dan lansia Palestina.

 

"Sejauh ini, Zionis dan pemerintah AS belum pernah memberikan pengakuan segamblang ini bahwa mereka pada dasarnya tidak mengenal negara dengan nama Palestina dan tidak mengakui bahwa al-Quds itu milik Kaum Muslimin," ujarnya.

 

Rouhani menandaskan, Iran dalam dialog dengan negara-negara Arab dan tentangga-tetangga Palestina selalu menekankan bahwa rezim Zionis bukan rezim yang bisa berdialog dan berargumentasi dengan logis.

 

"Penyelenggaraan konferensi tidak akan bisa merebut bumi Palestina dari rezim ini dan mengembalikan para pengungsi Palestina, namun hari ini semua melihat masalah tersebut," ucapnya.

 

Di bagian lain pernyataannya, Rouhani menyinggung kegagalan berturut-turut konspirasi AS terhadap Iran dalam 40 tahun terakhir.

 

"Pengaruh Republik Islam Iran di kawasan dan dunia tidak terbatas pada tahun-tahun ini, namun hari ini kedalaman strategis Iran mencakup dari timur hingga Anak Benua India, dari barat hingga Mediterania, di selatan hingga Samudera Hindia dan Laut Merah serta di Utara Asia Tengah dan Kaukasus," tandasnya.

 

Iran, lanjut Rouhani, bangga atas apa yang dilakukan di Suriah, Irak dan Lebanon dan akan terus merasa bangga sampai akhir, dan Tehran tidak akan meminta izin dari musuh untuk menumpas terorisme.

 

Di akhir statemennya, presiden Iran menegaskan bahwa negaranya menyerukan jalinan hubungan yang baik dengan negara-negara dunia.

 

"Republik Islam Iran sedang berusaha memperluas hubungannya dengan semua negara tetangga, dan dalam kondisi baru kami mengejar perbaikan hubungan dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain," pungkasnya. (RA)

 

Jul 22, 2018 18:18 Asia/Jakarta
Komentar