• Presiden Hassan Rouhani dalam wawancara dengan TV1 IRIB.
    Presiden Hassan Rouhani dalam wawancara dengan TV1 IRIB.

Presiden Hassan Rouhani menganggap pernyataan Presiden AS Donald Trump terutama usulan perundingan dengan Iran sebagai perang psikologis dan untuk kepentingan pemilu Kongres AS.

Dalam wawancara live dengan TV1 IRIB, Senin (6/8/2018) malam, Rouhani mengatakan, "Menurut pendapat kami, tujuan Trump mengeluarkan statemen tertentu termasuk kesiapan berunding dengan Iran adalah untuk membuat masyarakat Iran ragu dalam perang psikologisnya dan menggunakannya untuk pemilu Kongres dalam beberapa bulan mendatang."

Menurutnya, AS menghadapi kondisi sulit setelah keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan sekarang Trump dengan mengusulkan negosiasi, sedang mencoba untuk memulihkan reputasi yang telah hilang dan memperkenalkan dirinya sebagai sahabat bangsa Iran.

"Pengalaman empat dekade lalu telah mengajarkan bangsa Iran bahwa Amerika akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memukul bangsa ini," ujarnya.

Rouhani menjelaskan orang yang mengaku siap untuk berunding harus tahu bahwa landasan pertama negosiasi adalah kejujuran. Namun, orang yang hari ini mengklaim ingin berbicara dengan kami adalah pihak yang telah meninggalkan perjanjian internasional, termasuk perjanjian Paris, perjanjian perdagangan dan JCPOA secara sepihak.

Dia mencatat bahwa Trump yang mengaku ingin berunding, pertama-tama harus menunjukkan bahwa ia berniat ingin memecahkan masalah melalui perundingan. "Apa artinya mengadakan perundingan, sementara sanksi diberlakukan pada saat yang bersamaan?" kritik Rouhani.

Jadi, tegasnya, akan menajadi sia-sia untuk berunding dengan orang seperti itu.

Rouhani memastikan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh kekuatannya bersama dengan lembaga tinggi lainnya (legislatif dan yudikatif) untuk mengelola ekonomi dan menyelesaikan masalah. (RM)

Tags

Aug 07, 2018 03:13 Asia/Jakarta
Komentar