Sejumlah tema yang dibahas di Iran Aktualita edisi 10 Agustus 2018; Menlu Iran Hadiri Pertemuan ASEAN di Singapura, Pertemuan Sochi Sepakati Masalah Pemulangan Pengungsi Suriah, Iran Tanggapi Tawaran Trump untuk Perundingan, Menteri Kebudayaan: Prioritas Iran Berhubungan dengan Negara Tetangga dan Menlu Iran dan Mogherini Bahas Paket Usulan Eropa di Singapura.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Kamis (2/8/2018) melakukan pertemuan dengan para mitranya dari negara-negara anggota ASEAN di Singapura. Pertemuan ini dilakukan di sela-sela sidang menteri luar negeri ASEAN ke-51 dan Post Ministerial Conference ke-19, yang berlangsung pada 31 Juli – 4 Agustus 2018.

Menlu Iran telah melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan juga dengan para menlu dari Filipina, Turki, dan Jepang. Mereka membahas hubungan bilateral, hal-hal yang berhubungan dengan kesepakatan nuklir Iran, serta isu-isu penting regional dan internasional.

Di Singapura, Zarif juga dijadwalkan melakukan pertemuan terpisah dengan mitranya dari Malaysia, Indonesia dan Rusia. Selain itu, dia akan menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama (TAC) dengan ASEAN. ASEAN menyetujui permintaan Iran untuk membangun perjanjian persahabatan dan kerjasama selama pertemuan ke-49 para menlunya di Laos.

Menteri Luar Negeri Iran dan Presiden Singapura

File Suara:

Hari ini akhirnya dokumen Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama (TAC) Republik Islam Iran dengan ASEAN ditandatangani. Kerja sama Iran dengan ASEAN di berbagai sektor sebuah keniscayaan dan kita di waktu sebelumnya juga memiliki kerja sama yang baik. Dan negara-negara ASEAN saat ini sebuah peluang bagi Iran sebagai negara penting di kawasan untuk semakin dekat dengan organisasi yang menjadi kekuatan keempat ekonomi dunia.....Perjanjian Persahabatan dan kerjasama TAC juga menjadi peluang bagi kami untuk menggelar pertemuan bilateral dengan anggota ASEAN....

Juru runding senior Iran untuk Urusan Suriah, Hossein Jaberi Ansari mengatakan, pertemuan Sochi menyetujui kerangka kerja komite pemulangan pengungsi Suriah ke negara mereka dan proses repatriasi akan berjalan sesuai rencana tersebut.

Putaran ke-10 perundingan damai Suriah dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa di kota Sochi, Rusia dengan melibatkan perwakilan dari Iran, Rusia dan Turki bersama perwakilan PBB untuk urusan Suriah.

Di akhir pertemuan, Jaberi Ansari, seperti dikutip IRNA, mengatakan isu utama perundingan adalah proses pemulangan pengungsi Suriah dan masalah ini baru pertama kalinya dibahas selama 10 putaran negosiasi.

"Sebelum ini tidak ada peluang untuk membahas masalah pemulangan pengungsi, namun kesuksesan militer Suriah di lapangan telah memungkinkan pembahasan isu ini," jelasnya.

Mengacu pada pentingnya isu pemulangan pengungsi dari aspek kemanusiaan dan politik, Jaberi Ansari mengatakan masalah ini akan difasilitasi melalui pertemuan-pertemuan lanjutan perdamaian Suriah dan juga lewat kerjasama internasional.

Pekan lalu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat jumpa pers bersama Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan ketika menjawab pertanyaan terkait kesiapannya berunding dengan Republik Islam Iran mengklaim, jika petinggi Iran siap berunding maka tidak akan ada prasyarat apapun. Klaim ini dirilis ketika pada 8 Mei lalu dengan dakwaan tak berdasar anti Iran, Trump mengumumkan keluarnya AS dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi terhadap Tehran.

Donald Trump dan Hassan Rouhani

Penasihat Presiden Iran, Hamid Aboutalebi dalam menanggapi usulan presiden AS untuk berunding dengan Tehran, mengatakan orang-orang yang percaya dialog sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan, mereka juga harus berkomitmen dengan instrumen dialog.

"Usulan ini hanya sebuah propaganda. Tahun lalu, setelah AS melontarkan ancaman terhadap bangsa Iran di Majelis Umum PBB, mereka kemudian mengusulkan pertemuan antara kedua presiden," tambahnya seperti dikutip IRNA, Selasa (31/7/2018).

Sekarang, lanjut Aboutalebi, setelah mereka keluar dari perjanjian nuklir, presiden AS menawarkan perundingan tanpa syarat dengan pejabat Iran. Tujuan utamanya adalah menyesatkan opini publik dari sikap inkonsisten Washington dalam perjanjian nuklir.

"Menghormati hak-hak bangsa Iran, mengurangi permusuhan dan kembali ke perjanjian nuklir adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk membuka jalan terjal hubungan dengan Iran," tegasnya.

"Pembicaraan telepon antara presiden Iran dan AS pada 2013 lalu, didasarkan pada keyakinan bahwa dengan memegang teguh prinsip-prinsip dialog, mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk membangun kepercayaan," ujar Aboutalebi. Sebelum ini, Presiden AS Donald Trump menawarkan perundingan tanpa syarat dengan Presiden Hassan Rouhani.

Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran mengatakan, kerjasama kebudayaan, sosial dan ekonomi dengan negara-negara tetangga merupakan prioritas pemerintah Iran.

"Sebagian dari identitas dan simbol identitas Iran berada di provinsi Sistan," ungkap Seyyed Abbas Salehi, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran dalam pertemuan hari Jumat (03/8) dengan para gubernur dan imam Jumat provinsi Sistan dan Baluchestan, tenggara Iran di gedung gubernur Zabol. Demikian dilaporkan ISNA.

"Kita harus berusaha agar provinsi ini mampu menunjukkan keindahan wajahnya kepada dunia," tambah Abbas Salehi. Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran juga menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya diselenggarakan pameran buku di kota Zabol seraya mengatakan, pembuatan film yang mengisahkan kehebatan provinsi Sistan dan Baluchestan juga sangat penting.

Seyyed Abbas Salehi, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran

Abbas Salehi, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran melakukan kunjungan ke provinsi Sistan dan Baluchestan dan para hari Jumat melihat dari dekat tempat-tempat budaya dan seni kota Zabol, Zehak dan Hirmand.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Jumat (3/8/2018) bertemu dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini di sela-sela sidang menteri luar negeri ASEAN ke-51 dan Post Ministerial Conference ke-19 di Singapura.

Seperti dikutip Mehrnews, Zarif dan Mogherini pada kesempatan itu mendiskusikan tentang langkah-langkah terbaru Uni Eropa dan dunia untuk memastikan bahwa Iran akan mendapat manfaat dari kesepakatan nuklir (JCPOA) setelah AS secara ilegal keluar dari kesepakatan. Kedua pihak juga membahas masalah regional dan internasional.

Sebelumnya pada hari itu, Zarif bertemu dengan Presiden Singapura Halimah Yacob, membahas berbagai masalah, termasuk JCPOA dan cara-cara untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Iran dan Singapura di semua bidang.

Pada 8 Mei, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya keluar dari JCPOA, yang dicapai di Wina pada tahun 2015 setelah bertahun-tahun negosiasi di antara Iran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, AS, Inggris, Perancis plus Jerman).

Aug 11, 2018 02:47 Asia/Jakarta
Komentar