• Menlu RII Mohammad Javad Zarif (kanan) dan Menlu Cina Wang Yi.
    Menlu RII Mohammad Javad Zarif (kanan) dan Menlu Cina Wang Yi.

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi melakukan percakapan telepon dengan Mohammad Javad Zarif, mitranya dari Republik Islam Iran.

Menurut FNA, Wang Yi dalam percakapan telepon dengan Zarif pada Jumat malam, 17 Agustus 2018 itu mengatakan bahwa Cina menganggap hubungan dengan Iran sebagai penting.

 

"Cina dengan mempertimbangkan perkembangan terbaru internasional mengambil keputusan untuk meningkatkan level hubungan dengan Iran," ujarnya.

 

Menlu Cina menyebut perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) sebagai prestasi penting di arena internasional, yang meliputi multilateralisme dan perlindungan kepentingan nasional kedua negara.

 

Wang Yi juga menyampaikan penentangan Cina terhadap segala bentuk unilateralisme dan pemberlakuan sanksi sepihak terhadap negara-negara.

 

Sementara itu, Menlu Iran meninjau kembali perkembangan terbaru mengenai JCPOA dan menegaskan peran konstruktif Cina dalam mempertahankan perjanjian nuklir tersebut.

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 8 Mei 2018 mengulang kembali tuduhan tak berdasar terhadap Iran dan mengumumkan keluar dari JCPOA. Gedung Putih juga mengumumkan pemulihan sanksi nuklir terhadap Iran.

 

Keputusan Trump menuai protes luas dunia dan pihak-pihak yang menandatangani JCPOA. Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Jerman dan Uni Eropa menyatakan akan komitmen dengan perjanjian internasional ini dan mendukungnya. (RA)

 

Tags

Aug 18, 2018 04:55 Asia/Jakarta
Komentar