• Recep Tayyip Erdogan dan Ayatullah Khamenei
    Recep Tayyip Erdogan dan Ayatullah Khamenei

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar hari Jumat sore (07/9) dalam pertemuan dengan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki dan rombongan menilai kebutuhan terpenting dunia Islam hari ini adalah semakin dekatnya negara-negara Islam dan saling bersinergi di antara mereka.

Rahbar menjelaskan, kubu arogan yang dipimpin oleh Amerika sangat mengkhawatirkan kerjasama dan kedekatan negara-negara Islam serta terbentuknya satu kekuatan Islam. Ayatullah Khamenei menyebut sebab permusuhan dan kedengkian Amerika dengan negara-negara Islam yang memiliki kekuatan kembali pada kekhawatiran ini.

Ayatullah Khamenei dan Vladimir Putin

"Republik Islam Iran dan Turki adalah dua negara yang kuat dan bermartabat di kawasan serta memiliki motivasi yang sama untuk Dunia Islam. Oleh sebab itu, hubungan politik dan ekonomi kedua pihak harus diperluas," ungkap Rahbar.

Ayatullah al-Udzma Sayi Ali Khamenei juga melakukan pertemuan dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia bersama rombongan pada Jumat malam dan menegaskan, kerjasama bilateral Iran-Rusia dapat diperluas dalam isu-isu global. Seraya menyebut ada keinginan baik pandangan Presiden Rusia soal Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Rahbar mengingatkan, Republik Islam Iran terkait JCPOA akan mengambil sikap sesuai kepentingan dan kemuliaan negara dan bangsa.

"Sekalipun Amerika Serikat saat ini soal Iran menyampaikan masalah rudal dan regional, tapi masalah mereka dengan Iran lebih dari itu," jelas Rahbar.

Pemimpiin Besar Revolusi Islam Iran mengingatkan, selama 40 tahun, Amerika ingin mencerabut akar Republik Islam Iran, tapi selama ini pula kami tumbuh 40 kali, dimana resistensi Republik Islam Iran dan sikapnya menjadi contoh keberhasilan lain dari upaya mengontrol Amerika.

Ucapan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan Presiden Turki dan Rusia menunjukkan sejumlah kenyataan, kesempatan dan kebutuhan regional saat ini. Tapi memanfaatkan kesempatan yang ada, khususnya di periode sensititif dan nasib yang menentukan seperti kondisi saat ini di kawasan membutuhkan interaksi multilateral.

Pengalaman kerjasama strategis antara Iran, Rusia dan Turki dalam kasus-kasus memerangi Daesh dan terorisme di Suriah dan pertemuan tripartit Presiden Iran, Rusia dan Turki di Tehran pada hari Jumat menunjukkan bahwa konvergensi ini memiliki kekuatan yang berkembang yang dapat diterapkan untuk mengatasi banyak masalah dan bertahan melawan tekanan dan ancaman bersama. Salah satu peluang penting dalam hal ini adalah penggunaan kapasitas dan kapabilitas Iran dan negara-negara tetangga, termasuk Turki dan Rusia untuk menghadapi ancaman terhadap stabilitas kolektif dan bahkan ekonomi negara-negara di kawasan.

Dengan menekankan poin ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, Rusia dan Turki merupakan titik kesamaan yang sangat kuat untuk meningkatkan kerjasama. Beliau menambahkan, Iran dan Rusia selain harus memperluas kerjasama politik dan ekonomi, juga menindaklanjuti dengan serius seluruh kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan Tehran.

Menurut Ayatullah Khamenei, salah satu bidang yang bisa menjadi garapan kerjasama kedua pihak adalah upaya mengontrol Amerika Serikat, karena Washington adalah bahaya bagi umat manusia dan ada kemungkinan untuk mengontrolnya.

Vladimir Putin, Hassan Rouhani dan Recep Tayyip Erdogan

Mohsen Pak Ayen, mantan Dubes Iran di Azerbaijan menekankan pentingnya kerjasama segi tiga Iran, Turki dan Rusia di sektor ekonomi dan masalah regional. Ia meyakini bahwa pertemuan-pertemuan seperti ini memberikan gambaran positif akan kesamaan Rusia, Turki dan Iran dan menguatkan konvergensi regional dan dapat menantang pendekatan unilaterisme Amerika.

Dari sini, pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan Presiden Turki dan Rusia menunjukkan urgensi strategi kerjasama tiga negara dalam masalah politik, militer dan ekonomi di kawasan.

Sep 08, 2018 15:59 Asia/Jakarta
Komentar