Sejumlah tema yang dibahas di Iran Aktualita edisi 8 September 2018; Rahbar Tolak Perundingan Apapun dengan AS, Atlet Iran Bawa Pulang 62 Medali Asian Games 2018, Menlu Iran Respon Tegas Ancaman PM Zionis dan Iran Akan Tingkatkan Kemampuan Pertahanan Rudal.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menekankan penolakan segala bentuk perundingan dengan Amerika Serikat. Rahbar mengatakan, tidak akan ada perundingan di tingkat apapun dengan para pejabat AS yang tidak sopan dan kurang ajar, di mana mereka menghunus pedang di hadapan rakyat Iran. Hal itu ditegaskan Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan Presiden Hassan Rouhani dan anggota kabinet pemerintahannya, Rabu (29/8/2018).

Ayatullah  Khamenei, Hassan Rouhani dan jajaran kabinet

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menuturkan perundingan dengan Iran adalah kebutuhan semua pemerintah AS. Mereka, lanjut Rahbar, ingin melancarkan manuver bahwa mereka bisa membawa Republik Islam ke meja perundingan, namun seperti yang telah kami jelaskan dengan detil dan logis sebelumnya bahwa tidak akan dilakukan perundingan apapun dengan AS.

Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Khemenei menekankan pentingnya hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan juga menyinggung hubungan Iran dengan negara-negara Eropa. Beliau menegaskan, "Hubungan dan kelanjutan perundingan dengan Eropa tidak jadi persoalan, namun selain kelanjutan dari pekerjaan ini, berhentilah berharap dari mereka tentang hal-hal seperti kesepakatan nuklir atau ekonomi."

Rahbar mengkritik perilaku tidak tepat Eropa dalam isu-isu seperti kesepakatan nuklir dan sanksi. Beliau mengatakan, "Kita harus memandang janji-janji mereka dengan pandangan keraguan dan kita harus berhati-hati dalam masalah ini." Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa kesepakatan nuklir bukan tujuan, namun sarana. Dan tentu saja, jika kita sampai pada kesimpulan, di mana tidak mungkin untuk mempertahankan kepentingan nasional dengan sarana ini, maka kita akan meninggalkannya.

Rahbar menegaskan, Eropa harus memahami penjelasan dan tindakan para pejabat pemerintah Republik Islam bahwa tindakan mereka akan diikuti oleh langkah-langkah dan reaksi yang tepat dari Iran. Beliau juga menekankan pentingnya untuk mengelola ekonomi dengan memanfaatkan kapasitas ekonomi Iran yang sangat besar dan beragam.

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa para pejabat yang bertanggung jawab atas sektor ekonomi harus bekerja keras dan mengejar tujuan-tujuan ekonomi perlawanan. Beliau menjelaskan, kebijakan ekonomi perlawanan bertujuan untuk membangun benteng melawan musuh dan memberdayakan bangsa untuk maju. Dengan demikian, ekonomi perlawanan yang fokus pada sektor produksi dalam negeri memiliki fitur defensif dan ofensif.

Kontingen Iran berhasil membawa pulang 20 medali emas, 20 perak, dan 22 perunggu pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, dan menduduki peringkat ke-6. Pada hari terakhir perlombaan di Jakarta, tim voli nasional Iran mengalahkan Korea Selatan pada laga final dan memenangkan medali emas ke-20. Pada cabang olahraga polo air, Iran memperoleh perunggu, yang merupakan medali perunggu pertama setelah 44 tahun.

Kontingen Iran di Asian Games 2018 terdiri dari 280 atlet putra dan 98 atlet putri yang berkompetisi pada 42 cabang olahraga. Asian Games 2018 dimulai pada 18 Agustus dan ditutup pada 2 September. Lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara Asia menghadiri kompetisi ini.

Asian Games 2018, Jakarta-Palembang

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sebuah pesan mengucapkan selamat kepada bangsa Iran, para atlet, manajer, dan pelatih atas prestasi yang mereka raih pada Asian Games 2018. Dia memuji para pahlawan Iran yang tampil dengan tetap menjaga nilai-nilai etika.

"Memenangkan jumlah medali terbesar dalam sejarah Asian Games termasuk 20 medali emas dan mencatat hasil terbaik dalam bola voli, bola basket, kabaddi dan polo air terjadi sebagai hasil dari kekompakan dan koordinasi di antara para pejabat bidang olahraga untuk mengirimkan kontingen yang memenuhi syarat ke ajang perlombaan itu," ujar Rouhani dalam pesannya.

"Saya juga mengapresiasi para atlet wanita Iran yang tampil dalam kompetisi dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam dan nasional. Mereka berhasil memenangkan jumlah medali terbesar dibandingkan dengan putaran sebelumnya dan ini menunjukkan kemampuan para wanita Iran di berbagai arena kompetisi," tambahnya.

Presiden Rouhani juga berharap pemuda Iran akan mencapai keberhasilan lebih besar di semua bidang internasional sehingga menghadirkan kegembiraan dan kebanggaan bagi bangsa Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei juga memberi ucapan selamat atas prestasi yang diraih para atlet Iran di Asian Games dan menekankan, "Kalian telah membuat bangsa Iran bersukacita dan mengibarkan bendera kebanggaan kita."

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut ancaman Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran sebagai ungkapan tidak tau malu dan lancang. Hal itu diungkapkan Zarif dalam cuitannya di Twitter pada Rabu, 29 Agustus 2018. Dia menyinggung ancaman Netanyahu yang bersesumbar bahwa militer Israel akan menarget semua kemampuan instalasi nuklir Iran.

PM rezim Zionis mengancam akan melancarkan serangan militer ke Iran ketika rezim ini mengalami kekalahan memalukan dalam menghadapi Hizbullah Lebanon dalam perang 33 hari pada tahun 2006. Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa jika Israel melakukan kesalahan, maka seluruh wilayah pendudukan terutama Tel Aviv akan rata dengan tanah.

Zarif menulis, "Iran sebagai negara tanpa senjata nuklir diancam dengan penghancuran nuklir oleh penghasut perang yang memiliki pabrik senjata nuklir; ini adalah tidak tahu malu dan lancang." Sebelumnya, Menlu Iran dalam cuitannya menyinggung Hari Internasional Anti-Uji Coba Senjata Nuklir. Dia menulis, ketika dunia sedang memperingati Hari Internasional Anti-Uji Coba Senjata Nuklir, satu-satunya pemilik bom nuklir di kawasan adalah Israel dan Amerika Serikat.

Mohammad Javad Zarif

Menlu Iran menambahkan, AS adalah satu-satunya pengguna senjata nuklir dan perlu diingat bahwa Iran sejak tahun 1974 telah menyerukan zona bebas senjata nuklir. Israel adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah dan rezim Tel Aviv diperkirakan memiliki 200 hingga 400 hulu ledak nuklir di gudangnya.

Sementara itu, seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Iran mengatakan Republik Islam berencana meningkatkan kemampuan rudal balistik dan jelajahnya. Wakil Menteri Pertahanan Iran untuk Urusan Internasional, Brigadir Jenderal Mohammad Ahadi, mengemukakan hal itu pada pertemuan Sabtu, 1 September 2018, dengan para atase pertahanan negara-negara sahabat di Tehran.

Brigjen Ahadi mengatakan, "Meningkatkan kemampuan berbagai jenis rudal balistik dan jelajah, akuisisi jet tempur generasi baru serta kapal dan kapal selam dengan berbagai kemampuan senjata merupakan salah satu rencana baru Kemenhan Iran." Ditambahkannya, sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Republik Islam telah gagal menghentikan perkembangan industri pertahanan Iran.

Dia menjelaskan bahwa diplomasi pertahanan Iran didasarkan pada interaksi dengan semua negara kecuali rezim Israel dan ini sejalan dengan prinsip kebijakan luar negeri Republik Islam. Menurutnya, ini bertujuan membantu meningkatkan perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia, serta mencegah krisis.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mencatat berbagai prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam produksi peralatan militer dan perangkat keras meski adanya sanksi dan tekanan ekonomi. Republik Islam berulang kali menegaskan bahwa kekuatan militernya semata-mata bersifat defensif dan tidak mengancam negara lain.

Sep 08, 2018 16:45 Asia/Jakarta
Komentar