• Pertemuan antara Menhan Iran dan Cina
    Pertemuan antara Menhan Iran dan Cina

Brigjen Amir Hatami, Menteri Pertahanan Republik Islam Iran yang melakukan kunjungan ke Beijing atas undangan timpalannya dari Cina untuk mengembangkan kerjasama militer dan ekonomi dalam pertemuan dengan Wei Fenghe, Menteri Pertahanan Cina bertukar pikiran soal masalah regional dan kerjasama pertahanan dan militer bilateral.

Menhan Iran dalam perundingannya telah melakukan koordinasi yang diperlukan terkait kondisi kawasan, khususnya setelah Amerika Serikat menciptakan krisis di tenggara dan barat Asia.

Brigjen Amir Hatami juga melakukan pertemuan dengan Zhang Youxia, Deputi Komisi Pusat Militer Cina dan mengisyaratkan kondisi rumit dunia, khususnya di kawasan barat Asia seraya menilai kerjasama regional Iran dan Cina sangat penting untuk menciptakan perdamaian, stabilitas dan keamanan.

Brigjen Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran

Republik Islam Iran memiliki kemampuan pertahanan pencegahan yang diperlukan untuk menghadapi segala ancaman. Sekalipun demikian, Iran di sektor militer secara serius mengejar dua tujuan penting.

Pertama, peningkatkan kemampuan pertahanan di sektor yang dibutuhkan, khususnya di bidang pertahanan rudal, dimana memiliki urgensi strategis dalam kerangka pertahanan pencegahan.

Kedua, memanfaatkan kapasitas kerjasama militer dengan negara-negara independen dengan tujuan mempercepat gerakan di bidang ini.

Dalam kerangka ini, tren hubungan yang berkembang antara Beijing dan Tehran menunjukkan bahwa kedua pihak telah mengambil langkah menuju konvergensi regional dan internasional

Seyed Hadi Afghahi, analis senior masalah Timur Tengah dan mantan diplomat Iran mengatakan, kerjasama seperti ini dapat meningkatkan level hubungan kedua negara dari kerjasama militer dan bahkan dapat memperkuat kerjasama ekonomi.

Masalah ini penting karena bagian yang mendapat perhatian dari kerjasama dua negara; Iran-Cina, di sektor ekonomi, dan keamanan di kawasan juga menjamin stabilitas hubungan ekonomi. Di sisi lain, penerapan kekuatan militer Republik Islam di kawasan untuk menstabilkan dan mengamankan serta perang melawan terorisme dan Daesh telah mempengaruhi pembentukan babak baru dalam hubungan antara Tehran dan Beijing.

Sekarang Tehran dan Beijing bertekad untuk menjalankan strategi kolektif di sektor militer dan membuat kerjasama ini menjadi titik kuat dalam hubungan kedua negara. Keputusan ini, dalam menghadapi unilateralisme Amerika Serikat yang telah mendorong kawasan ke dalam ketidakamanan dan bergerak ke arah yang merugikan kepentingan dan kerjasama kolektif di kawasan.

Selang beberapa tahun kelompok-kelompok teroris telah beroperasi secara serius di setengah dari kawasan barat Asia.  Republik Islam Iran berdasarkan prinsip-prinsip strategisnya selalu mencari perdamaian dan keamanan global. Hal ini telah menyebabkan Iran menjadi pemain aktif dalam menciptakan perdamaian dan keamanan global. Pendekatan ini sangat penting dan strategis bagi Beijing sebagai pemain ekonomi utama di kawasan.

Iran dan Cina

Stabilitas dan keamanan kawasan sebenarnya merupakan prasyarat bagi pengembangan hubungan ekonomi. Karena selama tidak ada keamanan dan stabilitas, tidak dapat memperluas ruang lingkup kerjasama ekonomi. Kunjungan Menteri Pertahanan Iran ke Beijing dan pembicaraan dengan para pejabat militer kedua negara harus dievaluasi dalam kerangka ini.

Sep 09, 2018 15:26 Asia/Jakarta
Komentar