• Araghchi Bersama Abdullah Abdullah di Kabul
    Araghchi Bersama Abdullah Abdullah di Kabul

Deputi menteri luar negeri Republik Islam Iran, Abbas Araghchi Selasa (11/9) berkunjung ke Kabul, Afghanistan.

Hari Selasa, Araghchi bertemu dengan Abdullah Abdullah, Ketua Dewan Eksekutif Pemerintah Persatuan Nasional Afghanistan. Di pertemuan tersebut, seraya mengisyaratkan dukungan penuh Tehran kepada pemerintah Kabul dalam perang memberantas teroris, Araghchi menandaskan, Tehran akan mendukung setiap langkah di isu ini yang diminta oleh pemerintah dan rakyat Afghanistan.

 

Araghchi di pertemuan segitiga dengan Vijay Gokhal, sejawatnya dari India dan Hekmat Khalil Karzai, deputi menlu Afghanistan, membahas berbagai isu bilateral yang diminati masing-masing.

 

Iran menilai keamanan Afghanistan sebagai keamananannya sendiri dan menghendaki kerja sama lebih besar dalam memerangi terorisme dan Daesh.

 

Sementara itu, di sektor ekonomi, penandatanganan dokumen kerja sama komprehensif antara Iran dan Afghanistan merupakan langkah untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Abbas Araghchi

 

Kini tugas tiga komite dari lima komite yang ada untuk mencapai kesepakatan kerja sama komprehensif bersama antara kedua negara sudah final. Adapun dua misi dua komite lainnya telah mengalami kemajuan sebesar 90 persen.

 

Menindaklanjuti proses ini, delegasi tiga negara di pertemuan Kabul melakukan perundingan terkait transportasi, pelabuhan Chabahar, pemanfaatkan tambang, investasi, kerja sama perbankan, perdagangan dan kerja sama ekonomi kolektif.

 

Pertemuan trilateral Iran, Afghanistan dan India serta perundingan soal dokumen komprehensif kerja sama bilateral mengindikasikan poin ini bahwa Iran, Afghanistan dan India telah memasuki fase baru kerja sama.

 

Kerja sama Iran, India dan Afghanistan di Chabahar kini menjadi simbol teladan kerja sama dan jaminan kepentingan regional melalui kerja sama multilateral. Pelabuhan Chabahar dengan kapasitasnya untuk disinggahi Kapal Samudera (An ocean liner) merupakan jalan paling dekat negara-negara Asia Tengah yang dikelilingi daratan termasuk Afghanistan untuk mengakses perairan bebas.

 

Kini dalam koridor implementasi perjanjian bersama tiga negara, Iran, India dan Afghanistan maka terbuka bagi Kabul untuk mengakses jalur transit ini serta kerja sama tersebut harus semakin ditingkatkan.

 

Mohammad Satei, pengamat industri transportasi rel kereta api terkait pentingnya jalur Utara-Selatan mengatakan, "Urgensitas koridor transportasi internasional Utara-Selatan Iran sebagai jalur penghubung negara-negara kawasan Teluk Persia ke Laut Kaspia kian nyata ketika kita memahami bahwa waktu pulang pergi yang dibutuhkan kapal dagang dari India ke Asia Tengah melalui jalur Mumbai-Terusan Suez-Moskow sepanjang 16.129 km adalah 40 hari. Namun dengan koridor Utara-Selatan, hanya dibutuhkan waktu 14 hari."

 

Iran memiliki posisi istimewa di jalur rel kereta api dan jalur penghubung. Mengingat realita ini, Abdullah Abdullah seraya memuji bantuan Republik Islam Iran kepada rakyat dan pemerintah Afghanistan mengatakan, pemerintah persatuan nasional Afghanistan antusias untuk menyelesaikan dan menandatangani dokumen kerja sama komprehensif dua negara.

 

Kerja sama ini mampu dikembangkan di bawah keamanan regional. Dengan demikian kebijakan pasti dan mendasar Tehran adalah mendukung persatuan nasional Afghanistan dalam rangka menciptakan stabilitas di negara ini dan perang serius melawan narkotika. Produksi opium di Afghanistan termasuk kendala regional dan internasional.

 

Sementara isu terorisme, narkotika, imigran dan air bersama di perbatasan termasuk isu yang dapat diselesaikan Iran dan Afghanistan melalui kerja sama timbal balik. Apa yang saat ini paling penting adalah memanfaatkan peluang untuk meningkatkan hubungan dan memperkokoh keamanan regional.

 

Kunjungan deputi menlu Iran ke Kabul dan pertemuan trilateral Iran, India dan Afghanistan harus dicermati dalam koridor ini. (MF)

 

 

Sep 12, 2018 15:10 Asia/Jakarta
Komentar