• Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan hubungan Republik Islam dengan negara-negara Afrika selalu berpijak pada saling menghormati terhadap kedaulatan nasional dan pengembangan kerja sama kolektif.

Dia menyampaikan hal itu pada hari Selasa (18/9/2018) sebagai reaksi atas klaim Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita bahwa Iran berusaha menyebarkan pengaruhnya di Afrika dan ini telah mendasari pemutusan hubungan doplomatik negaranya dengan Tehran.

Qasemi menuturkan bahwa klaim menlu Maroko bukan hanya tidak kredibel, tetapi juga mengulangi tuduhan anti-Iran, yang dibuat oleh orang-orang yang mengejar perpecahan di Dunia Islam.

"Hubungan baik dan kunjungan timbal-balik antara pejabat Iran dan Afrika merupakan bukti dari pendekatan yang berbasis kerja sama kami dengan negara-negara penting di kawasan itu," ungkapnya.

Menurut Qasemi, klaim menlu Maroko yang sudah dimuat oleh salah satu media konservatif AS yang paling ekstrim dan rasis, lebih seirama dengan pendekatan pemerintahan anti-Afrika di Gedung Putih ketimbang bersikap realistis tentang isu-isu di Afrika.

"Maroko sudah dua kali memutuskan hubungannya dengan Iran dalam satu dekade terakhir dan ini mengindikasikan bahwa mereka tidak memiliki perilaku yang stabil dalam hubungan luar negerinya," tegasnya.

Dia mengatakan bahwa dalam hubungan luar negerinya, Maroko berada di bawah pengaruh dan tekanan pihak ketiga sehingga membuat klaim gegabah berdasarkan tuduhan yang didiktekan oleh pihak lain. (RM)

Tags

Sep 19, 2018 02:51 Asia/Jakarta
Komentar