• Wawancara Rouhani dengan NBC
    Wawancara Rouhani dengan NBC

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani saat diwawancarai Televisi NBC menekankan, selama kunjungan ke New York dirinya tidak ada jadwal pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

Hassan Rouhani yang berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-73 hari Senin (24/9) waktu setempat dalam wawancaranya dengan NBC menekankan tidak memiliki agenda bertemu dengan sejawatnya dari AS, Donald Trump dan pada dasarnya presiden AS tidak menciptakan kondisi untuk pertemuan seperti ini.

 

Rouhani mengatakan jika sosok seperti Trump berniat untuk berunding dan memajukan hubungan, maka ia tidak seharusnya menggunakan sarana sanksi dan ancaman. Ketika sebuah negara menggunakan segenap upayanya untuk melawan negara lain, maka menurut Rouhani ini artinya negara tersebut tidak memiliki tekad yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

Wawancara Rouhani dengan NBC

 

"AS melanggar hukum internasional dengan keluar dari JCPOA dan menginjak-injak resolusi 2231 Dewan Keamanan yang wajib dilaksanakan. Namun kami selama kepentingan Iran di JPCOA dijamin oleh lima negara lainnya, maka kami akan konsisten dengan kesepakatan nuklir," ungkap Rouhani.

 

Saat menjawab pertanyaan terkait dampak sanksi terhadap ekonomi Iran, Rouhani mengatakan, sanksi dari satu sisi menekan rakyat kami, tapi dari sisi lain membuat peluang ekspor lebih baik.

 

Di kesempatan tersebut Rouhani juga menepis laporan tahunan pemerintah AS terkait terorisme dan bahwa Iran di laporan tersebut didakwa sebagai pendukung terorisme. "Serangan teror hari Sabtu lalu di Ahvaz merupakan jawaban paling tepat bagi Amerika bahwa Iran berbeda dengan propaganda besar-besaran Washington dan Tehran merupakan korban terbesar terorisme di kawasan," pungkas Rouhani. (MF)

 

Tags

Sep 25, 2018 11:34 Asia/Jakarta
Komentar