• Rahbar Bersama Atlet Berprestasi Iran
    Rahbar Bersama Atlet Berprestasi Iran

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyebut pengecut serangan terhadap warga tak berdosa dan menekankan, "Kami pastikan akan memberi hukuman berat kepada para pelaku serangan teror di Ahvaz."

Ayatullah Khamenei Senin (24/9) sore saat bertemu dengan para atlet berprestasi dan peraih medali di Asian Games 2018 Indonesia  seraya mengisyaratkan insiden serangan teror di Ahvaz hari Sabtu (22/9) menambahkan, berdasarkan laporan, serangan pengecut ini dilakukan oleh oknum-oknum yang ketika dililit kesulitan di Suriah dan Irak mereka diselamatkan Amerika dan mendapat dana dari Arab Saudi serta Uni Emirat Arab (UEA).

 

"Peristiwa pahit ini kembali menunjukkan bahwa bangsa Iran memiliki banyak musuh dalam meraih kemajuan dan ketinggian," papar Ayatullah Khamenei.

 

Ayatullah Khamenei saat menjelaskan alasan penolakan untuk bertanding dengan wakil rezim Zionis Israel mengingatkan, Republik Islam Iran sejak awal revolusi tidak mengakui rezim Zionis dan rezim Apartheid Afrika Selatan. Rezim Apartheid Afsel telah tumbang, dan rezim penjajah Israel pasti akan menyusul.

Pertemuan Rahbar dengan Atlet Iran

 

"Republik Islam Iran di pertandingan olah raga tidak akan bertanding dengan atlet Israel dan kami yakin bahwa perilaku yang ditunjukkan tahun lalu oleh Alireza Karimi adalah juara sejati," tegas Rahbar.

 

Rahbar menyebut kebanggaan putra dan putri Iran peraih medali di pertandingan dunia sebagai sumber kebanggan rakyat pecinta kebebasan dan pemicu kemarahan front arogan. "Kubu arogan dunia geram dengan setiap kemenangan bangas Iran di bidang manapun, oleh karena itu Kalian sejatinya kemenangan bangsa dan kekalahan front musuh Iran," pungkas Ayatullah Khamenei.

 

Ayatullah Khamenei di kesempatan tersebut membahas dari segala sisi ancaman terhadap atlet Iran oleh sejumlah lembaga asing dan mengatakan, tunduk terhadap norma-norma kubu arogan bukan sebuah kebanggaan dan kalian jangan menyerah terhadap ancaman dan norma-norma keliru serta yang dipaksakan. (MF)

 

Sep 25, 2018 12:35 Asia/Jakarta
Komentar