• Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran
    Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran di acara pembukaan tahun ajaran baru untuk perguruan tinggi di Iran menjelaskan tujuan para pejabat Gedung Putih yang anti-Iran. Menurut Rouhani, tujuan akhir Amerika Serikat adalah mendeligitimasi sistem Islam dan itu dimulai dengan menebar perang psikologis dan kemudian memasuki perang ekonomi dengan Iran.

Rouhani mengatakan bahwa Amerika Serikat menghadapi tantangan serius menurut pertimbangan hukum dan politik dengan keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan menghadapi kegagalan seraya mengatakan, rakyat Iran akan melintasi semua konspirasi musuh dengan persatuan, kesatuan dan solidaritas.

Pidato Presiden Iran yang berisikan analisa akhir dari langkah unilateralisme Amerika Serikat dan sikapnya melanggar janji terkait JCPOA merupakan ucapan yang realistis.

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka ingin menerapkan sanksi kepada setiap perusahaan yang tetap melanjutkan kerjasama dagang dengan Tehran setelah tanggal 4 November, sehingga ekspor minyak Iran turun hingga ke titik nol. Tapi pada kenyataannya, pemerintah Amerika serikat masih menghadapi banyak kendala untuk melaksanakan keinginannya.

Televisi Bloomberg dalam catatan hari Jumatnya (12/10) menyinggung perbedaan pendapat Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dengan negara-negara Eropa dan menulis, Amerika tanpa sekutunya tidak akan mampu menghadapi Iran.

Bloomberg kemudian menyebut upaya pemerintah Trump untuk memutuskan hubungan Iran dengan jaringan internasional SWIFT dan menyebutnya sebagai ide yang buruk.

 Jaringan internaisonal The Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) mempermudah transaksi keuangan global. Mengingat fakta bahwa anggota dewan jaringan ini adalah para eksekutif bank-bank Amerika, pemerintah Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan untuk memangkas akses Iran ke jaringan ini.

Memaksa SWIFT untuk memutuskan hubungan dengan Iran mengharuskannya melanggar hukum Eropa.

Sekarang para analis internasional sedang membahas kesepakatan nuklir tanpa Amerika Serikat akan tetap berjalan atau bubar. Karena menurut mereka, bencana yang akan menimpa Amerika Serikat jauh lebih besar dari apa yang terjadi pada JCPOA.

Dan Glazebrook, analis politik dan internasional dalam laporan berjudul "Puluhan tahun telah berlalu untuk ilusi Tramp soal minyak Iran" mengatakan, Alasan kegilaan Amerika Serikat untuk menghancurkan Iran jelas; keberadaan Iran sebagai negara independen dengan sendirinya mengancam kontrol imperial atas kawasan. Hal ini pada gilirannya, merongrong kekuatan militer AS dan peran global dolar.

Sekarang bagian penting dari kebijakan Trump terhadap Iran, mencoba untuk mempengaruhi lingkungan internal, melemahkan ekonomi Iran, mempertanyakan legitimasi, akseptabilitas dan efisiensi sistem serta membatasi kemampuan pertahanan negara di bidang rudal.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pidatonya saat bertemu dengan keluarga syahid Modafe Haram dan syuhada perbatasan mengatakan, koar-koar  Presiden Amerika Serikat bukanlah masalah baru. Karena sistem Islam telah menghadapi berbagai plot dari awal, tetapi orang-orang jahat terhadap Iran tidak dapat berbuat apa-apa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mampu mengubah ancaman menjadi peluang. Dalam situasi saat ini dimana tembok sanksi telah retak dan ada perbedaan serius antara negara-negara Eropa dengan Amerika Serikat tentang sanksi terhadap Iran, Tehran dapat dengan mudah melewati sanksi dengan membangun jaringan hubungan dengan negara lain.

Tags

Oct 15, 2018 15:44 Asia/Jakarta
Komentar