• Rumah Besar Kolah Farhangi di Qazvin.
    Rumah Besar Kolah Farhangi di Qazvin.

Gedung (Rumah Besar) Kolah Farhangi di Qazvin yang dikenal juga sebagai Chehel Sotoun Qazvin adalah sebuah paviliun Safavid yang terletak di kota Qazvin, barat laut Republik Islam Iran. Bangunan indah ini berdiri di tengah-tengah taman di alun-alun pusat kota tua dan di mana difungsikan sebagai Museum Qazvin.

Rumah Besar Kolah Farhangi merupakan salah satu bagian dari serangkaian istana Raja Tahmasp yang masih tersisa, di mana bangunan ini direkonstruksi pada masa Dinasti Qajar oleh Mohammad Baghir Sa'ad al-Saltaneh, gubernur Qazvin di masa itu. Setelah itu, bangunan tersebut dikenal dengan Chehel Sotoun.

Jika kita mendengar nama Chehel Sotoun, benak kita tertuju pada Istana Chehel Sotoun Isfahan, namun di kota Qazvin juga terdapat bangunan indah di masa Dinasti Safavi yang masih tersisa dan disebut juga sebagai Chehel Sotoun. Gedung tersebut adalah Kolah Farghangi Qazvin.

Provinsi Qazvin dipilih sebagai ibu kota di masa Dinasti Safavi (yang sebelumnya di Tabriz) karena cuacanya yang tepat dan posisi geografi yang strategis. Raja Tahmasp II memindahkan ibu kota dari Tabriz ke Qazvin untuk menghapus bahaya dan ancaman dari Turki Ottoman. Kemudian Isfahan dipilih sebagai ibu kota Iran.

Setelah terpilih menjadi ibu kota, dibangun sebuah rumah besar di tengah-tengah taman besar sebagai pusat pemerintahan Raja Tahmasp II, di mana sekarang dikenal dengan Kolah Farhangi. Rumah Besar ini di bangun di atas area 500 meter persegi dan memiliki dua lantai.

Bagian paling indah dari aula utama Rumah Besar Kolah Farhangi adalah atap berbentuk kubah. Koleksi seni Iran yang paling indah berkumpul di bangungan yang luar biasa indah ini. Semua kamar dan koridor dihiasi dengan lukisan dan penyepuhan.

Pintu hias dan ubin merupakan karakteristik yang luar biasa dari bangunan tersebut. Rumah Besar Kolah Farghangi Qazvin dimanfaatkan sebagai museum yang memiliki banyak bagian termasuk arkeologi, antropologis dan historis. (RA)

 

 

Tags

Oct 15, 2018 19:31 Asia/Jakarta
Komentar