Nov 06, 2018 15:44 Asia/Jakarta
  • Sistem Pertahanan Udara Iran, Bavar.
    Sistem Pertahanan Udara Iran, Bavar.

Wakil Koordinator Militer Republik Islam Iran Laksamana Habibollah Sayyari mengungkapkan kesiapan penuh Angkatan Bersenjata Iran dalam menghadapi ancaman musuh.

Penegasan tersebut disampaikan Sayyari dalam wawancara dengan jaringan dua televisi Iran pada Senin malam, 5 November 2018.

Dia mengatakan, Angkatan Bersenjata Iran mengetahui semua ancaman musuh saat ini dan mereka bergerak berdasarkan respon terhadap ancaman-ancaman itu serta mereka memproduksi sendiri persenjataan pertahanan yang diperlukan.

Wakil Koordinator Militer Iran juga menyinggung pelaksanaan Manuver Gabungan Pertahanan Udara Velayat-97 di wilayah seluas 500.000 meter persegi.

Sayyari menjelaskan, sekitar sepertiga wilayah Iran menjadi kawasan latihan

yang diikuti oleh unit pasukan pangkalan pertahanan udara Khatamul Anbiya, unit aerospace pasukan Garda Revolusi Islam (Pasdaran) dan pasukan Angkatan Udara militer tersebut, di mana tujugannya adalah meningkatkan kinerja pertahanan udara negara.

Dia menuturkan, pesan dari manuver gabungan udara Velayat-97 adalah kesiapan semua sisi pertahanan udara dalam menghadapi segala bentuk ancaman.

Di bagian lain pernyataannya, Sayyari menyinggung tahap akhir dari uji coba sistem rudal Bavar. Menurutnya, kemampuan sistem ini akan lebih canggih dari sistem rudal S-300.

Unit Pertahanan Udara Republik Islam Iran melakukan uji coba dua sistem rudal buatan dalam negeri yang telah dimodifikasi selama Manuver Gabungan Pertahanan Udara Velayat-97 pada hari Senin, 5 November 2018.

Militer Iran dan Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC/Pasdaran) di hari pertama latihan militer bersama berskala besar ini menembakkan tiga rudal Sayyad-2 yang diinstal di sistem rudal buatan dalam negeri, Talash.

Sistem pertahanan udara Talash mampu mencapai target menengah dan tinggi. Sistem ini mampu mencegat target dalam jangkauan 150 kilometer dan di dataran tinggi. Talash juga dilengkapi dengan radar pengendali api yang diproduksi lokal dan dijuluki Ofoq.

Sementera itu, Unit Satuan Aerospace IRGC menggunakan sistem rudal pertahanan udara Khordad ke-3 untuk menembak jatuh pesawat musuh .

Sistem rudal pertahanan udara Khordad ke-3 dilengkapi teknologi tercanggih yang cocok untuk peperangan elektronik. Sistem ini dapat mencegat empat target dan menembakkan delapan rudal secara bersamaan dalam jarak 50 km.

Pasukan Pertahanan Udara Iran, IRGC, dan Angkatan Udara negara ini telah meluncurkan latihan militer bersama skala besar di daerah sekitar setengah juta kilometer persegi di utara, tengah dan barat Iran.

Latihan tersebut melibatkan taktik untuk menggunakan sistem komando dan kontrol untuk mendeteksi, melacak dan mencegat target musuh, melakukan operasi pertahanan udara dalam peperangan elektronik, menggunakan sistem deteksi udara pasif serta perlengkapan pertahanan udara berbasis udara termasuk pesawat berawak dan tanpa awak, dan melawan anti rudal -radiasi dan jelajah. (RA)

 

Tags

Komentar